Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Lifestyle » Pendidikan Gender Untuk Anak Usia Dini Untuk Bekal Kedepannya

Pendidikan Gender Untuk Anak Usia Dini Untuk Bekal Kedepannya

(175 Views) September 27, 2018 8:43 pm | Published by | No comment

Pendidikan Gender Untuk Anak Usia Dini Untuk Bekal Kedepannya

 

Penulis : Vio Aldianita

 

Tatanan kehidupan umat manusia yang didominasi kaum laki-laki atas kaum perempuan menurut Collins dalam Dewi (2013:119). Dalam tatanan itu, menurut Simone de Beauvoir (2013) perempuan ditempatkan sebagai the second human being (manusia kelas dua), yang berada di bawah superioritas laki-laki. Perempuan selalu dianggap bukan makhluk penting, melainkan sekedar pelengkap yang diciptakan dari dan untuk kepentingan laki-laki. Akibatnya, ada pembedaan peran antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan biasanya ditempatkan di ranah domestik, sedangkan laki-laki berada di ranah publik (Beauvoir, 2003:ix).

Keadilan dan kesetaraan gender merupakan suatu kondisi yang setara dan seimbang antara laki laki dan perempuan dalam memperoleh peluang/kesempatan, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan. Keadilan gender adalah keadilan dalam memperlakukan perempuan dan laki –laki sesuai kebutuhan mereka. Hal ini mencakup perlakuan yang setara atau perlakuan yang berbeda tetapi diperhitungkan ekuivalen dalam hal hak, kewajiban, kepentingan dan kesempatan. Keseteraan gender pada hakekatnya berarti mengakui bahwa semua manusia ( baik laki-laki maupun perempuan ) bebas mengembangkan kemampuan personal mereka dan membuat pilihan-pilihan tanpa dibatasi oleh peran gender yang kaku. Hal ini bukan berarti bahwa perempuan dan laki-laki harus selalu sama, tetapi hak, tanggung jawab, dan kesempatannya tidak dipengaruhi oleh apakah mereka dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan ( Unesco, 2002 ).

Pengenalan gender adalah langkah awal untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak. Mengapa harus diberikan sejak dini? Salah satu alasannya adalah karena usia ini anak sedang mengalami masa golden age. Lebih dari itu, anak usia dini juga memiliki ketertarikan tentang perbedaan tentang anak laki-laki dan perempuan.Pada dasarnya, anak sudah bisa dikenalkan tentang gender sejak sejak umur 15 bulan. Pada saat ini, anak mulai memasuki fase anal. Fase anak adalah fase yang mana anak mulai paham tentang fungsi dari alat kelamin. Pada fase ini, anak mulai mempelajari perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Secara tidak langsung, sebenarnya orangtua juga sudah mulai menerapkan prinsip gender pada anak. Misalnya, tentang pemilihan model dan warna baju, mainan, serta aksesoris untuk anak. Yang perlu orangtua pelajari adalah tentang bagaimana tahapan dan cara membuat anak paham tentang konsep gender.

Cara Mengenalkan Konsep Gender pada Anak sebagai berikut :

  1. Melalui Permainan Anak

Konsep gender bisa dikenalkan melalui permainan anak. Pada usia balita, anak-anak biasanya senang bermain rumah-rumahan. Anak perempuan bisa berperan sebagai ibu, sementara anak laki-laki berperan sebagai ayah. Permainan seperti ini berperan untuk mengenalkan perbedaan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan.

Anak laki-laki, misalnya, mempunyai peran sebagai kepala keluarga yang bekerja, melindungi keluarga dan yang lainnya. Anak perempuan berperan menjaga anak, mendongeng, memasak, dan lain sebagainya.

  1. Melalui Buku Cerita

Anak-anak sangat suka belajar melalui dongeng atau cerita. Meski mereka belum bisa membaca sendiri cerita yang mereka inginkan, anak-anak sangat antusias ketika dibacakan cerita. Pilihlah cerita-cerita tertentu yang disukai anak. Setelah membacakan cerita, tanyakan hal-hal tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan, misalnya, “Tokoh ini mirip ibu atau ayah, kak?”

  1. Lewat Film

Selain buku cerita, film juga menjadi media yang tepat untuk mengenalkan konsep gender. Tontonlah film anak-anak yang menurut Anda relevan untuk ditonton si kecil. Setelah itu, buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan konsep gender. Atau jika memungkinkan, minta anak-anak bertanya kepada Anda.

Berkaitan dengan pertanyaan anak tentang gender, berikanlah jawaban yang sederhana dan lugas. Jangan memberikan jawaban yang ambigu dan terkesan ditutup-tutupi. Hal tersebut justru akan memberikan salah pengertian pada anak.

Categorised in: ,

Comment Closed: Pendidikan Gender Untuk Anak Usia Dini Untuk Bekal Kedepannya

Sorry, comment are closed for this post.