Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Hukum Dan Kriminal » Peringatan Hari Tani Nasional ke- 58. Perpag >>> ”Melawan Untuk Kedaulatan Soko Guru Negara”

Peringatan Hari Tani Nasional ke- 58. Perpag >>> ”Melawan Untuk Kedaulatan Soko Guru Negara”

(157 Views) September 30, 2018 2:43 am | Published by | No comment

Peringatan Hari Tani Nasional ke- 58.

Perpag >>> ”Melawan Untuk Kedaulatan Soko Guru Negara”

Jakarta , Beritatanahair.com

Kebahagiaan kaum tani miskin desa adalah bentuk syukur dan doa kaum kepada Sang Maha Nggawe Urip, ditengah maraknya kampanye-kampanye pencitraan rezim yang ingin mengukuhkan kekuasaannya dengan sampul RAPS serta berbagai upaya-upaya manipulatif dengan rencana-rencana pengekspoitasian sumber daya alam bebatuan ekosistem karst, semua itu tidak pernah menyurutkan keberanian kaum tani di Pegunungan Karst Gombong untuk tetap menanam karena itu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka saja, melainkan sudah menjadi hak ekologis alam agar selalu terjaga keutuhannya. Ungkapan ini tersebut dalam Siaran Pers Perpag(Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong) kepada Beritatanahair,Jum’at(28/09/18).

 

Disebutkan, bahwa Ditengah melemahnya nilai tukar rupiah warga petani desa di sekitar Pegunungan Kars Gombong Selatan juga telah diresahkan dengan adanya perpanjangan IUP PT Semen Gombong, dan disusul pula dengan perubahan tata ruang wilayah Kabupaten Kebumen yang akan mengurangi sebagian kawasan bentang alam kars sebagai peruntukan pertambangan ekstraktif bahan baku semen.

 

Menurut Perpag, Kenyataan ini menuntut masyarakat kaum tani desa khususnya dipegunungan kars Gombong untuk lebih tajam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang tidak dewasa dalam menjawab permasalahan rakyat dan cenderung ingin menjual aset kemakmuran bangsa ini demi keuntungan kapital yang secara liberal telah berkontribusi penuh terhadap berbagai kerusakan massif di Bumi.

Selama tidak adanya keseriusan negara untuk meningkatkan kualitas pertanian rakyat dan selama negara ini masih meliberalisasikan sumber daya alam bangsa ini sebagai objek kekuatan segelintir pemodal, maka perlawanan dan persatuan kaum tani pula akan semakin massif terorganisir. Berbagai kriminalisasi kepada kaum tani dan penggunaan aparat bersenjata justru akan memperjelas mereka bahwa kedudukan pemerintah saat ini merupakan manifestasi dari kaki tangan neoliberal yang destruktif terhadap alam tempat bergantungnya hidup bagi masyarakat banyak.

 

Masyarakat petani pegunungan kars Gombong pernah mengalami intimidasi yang memaksa mereka untuk melepaskan lahan pertaniannya dipegunungan kars untuk dijadikan area pertambangan semen, hingga hari ini sebagian dari mereka masih tetap bercocok kebun dilahan tersebut karena mereka tahu betul bagaimana cara mempertahankan ekosistem kars karena sudah turun-temurun kelestariannya sanggup menghidupi ratusan ribu jiwa dikecamatan Buayan, Ayah, dan Rowokele, meskipun kini kualitasnya menurun akibat adanya pembiaran disebagian kawasan kars yang telah dikuasai perusahaan untuk tetap tandus agar seolah-olah layak untuk di eksploitasi.

 

Menurut Perpag, untuk tetap melestarikan pegunungan karst sebagai sumber air yang menghidupi hajat seluruh masyarakat dan mahluk hidup lainnya, maka di Hari Tani Nasional 2018 ini Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong yang sebagian besar didominasi oleh kaum tani menyatakan sikap dan menuntut:

 

Disebutkan bahwa Perpag , Menolak peruntukan kawasan industri pertambangan dalam rancangan revisi Perda RTRW diatas Kawasan Bentang Alam Kars Gombong Selatan.

Cabut IUP PT Semen Gombong karena terbukti telah membiarkan proses degradasi dan penurunan kualitas air bersih di Pegunungan Kars Gombong Selatan.

Hentikan upaya-upaya manipulatif terhadap kaum tani dengan program Reforma Agraria Palsu dan Perhutanan Sosial.

Tingkatkan komoditas hasil pertanian rakyat dengan menurunkan harga harga bahan baku produksi pertanian.

Hentikan upaya-upaya intimidasi dan kriminalisasi terhadap kaum tani dan buruh tani.(BURMAN)

Comment Closed: Peringatan Hari Tani Nasional ke- 58. Perpag >>> ”Melawan Untuk Kedaulatan Soko Guru Negara”

Sorry, comment are closed for this post.