Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Hukum Dan Kriminal » SEJUMLAH GURU YANG SEKOLAHNYA DIDUGA MENJADI GUDANG PENYIMPANAN NARKOBA MENDATANGI KPAI

SEJUMLAH GURU YANG SEKOLAHNYA DIDUGA MENJADI GUDANG PENYIMPANAN NARKOBA MENDATANGI KPAI

(238 Views) Januari 19, 2019 11:12 am | Published by | No comment

SEJUMLAH GURU YANG SEKOLAHNYA DIDUGA MENJADI GUDANG PENYIMPANAN NARKOBA MENDATANGI KPAI

Jakarta , Beritatanahair.com

Tujuh orang guru dari sekolah yang di duga menjadi gudang penyimpanan narkoba mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ,jum’at (18/1/19) jam 11.00 Wib. Para guru tersebut menyampaikan sejumlah informasi mengenai kondisi sekolah dan pecahnya kepengurusan yayasan pendidikan tempatnya bekerja sejak kurang lebih 8 tahun yang lalu. Yayasan pendidikan yang baru itulah yang oknumnya menjadikan salah satu gedung di komplek sekolah tersebut menjadi gudang penyimpanan narkoba.

Menurut informasi yang diterima KPAI, Yayasan Pendidikan AK pada 2011 memiliki dua kepengurusan dengan akta notaris yang baru, yayasan yang lama tetap ada dengan membawahi SD, SMP dan Perguruan Tinggi. dan yayasan yang baru dipimpin oleh JD, yang merupakan ayah dari terduga pelaku DL dan CP. Sebagai pengurus yayasan yang baru dibentuknya, DJ memiliki kekuasaan dan kewenangan besar, sehingga kedua anaknya pun dapat bebas menggunakan salah satu gedung di komplek sekolah itu, yang biasa disebut sebagai gedung D. Di gedung D ini, dulunya ada labotarium yang diduga sekarang sudah dialih fungsi, diantaranya menjadi gudang penyimpanan narkoba.

Selain itu, selain siswa TK sampai SMA/SMK, di komplek sekolah ini ada kampus ISTA yang mahasiswanya sebagian besar adalah karyawan, sehingga proses pembelajarannya banyak yang malam hari (kelas karyawan). Dengan demikian, dari pagi sampai malam, wilayah komplek sekolah ini banyak orang berlalu-lalang setiap harinya. Dengan demikian, patut diduga bahwa memilih salah satu ruangan di gedung D sebagai gudang penyimpanan narkoba adalah pilihan yang didasarkan perhitungan matang, yaitu lebih aman dan tidak akan ada yang mencurigai lembaga pendidikan sebagai lokasi gudang penyimpanan narkoba. Apalagi gedung D ini posisinya berada di belakang.

Oleh karena itu, KPAI akan memandang perlu untuk menindaklanjuti kasus ini dengan :

  1. Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang pendidikan akan datang pengawasan langsung ke komplek sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan AK dan Yayasan Pendidikan Amanah pada Sabtu, 19 Januari 2019 sekitar pukul 10 wib, KPAI akan bertemu pengurus yayasan dan sejumlah guru.
  2. KPAI ingin memastikan bahwa proses pendidikan di sekolah-sekolah di bawah YP AK dan Amanah berjalan kondusif pasca peristiwa terbongkarnya salah satu ruangan di sekolah tersebut yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba, bahkan dari informasi yang didapat KPAI, juga ditemukan banyak botol minuman keras di gedung D tersebut.
  3. KPAI ingin menanyakan apakah Sudin Pendidikan Jakarta Barat sudah melakukan tes urine terutama pada siswa SMA/SMK, karyawan dan guru di sekolah tersebut, untuk memastikan bahwa narkoba tidak beredar di lingkungan sekolah, tetapi hanya beredar di luar sekolah (pembelinya dari luar lingkungan sekolah).
  4. Jika KPAI sudah mendapatkan keterangan utuh dari pihak sekolah dan yayasan terkait kondisi sekolah, proses pembelajaran dan system pendidikan di sekolah-sekolah di bawah Yayasan Pendidikan AK maupun Amanah, maka KPAI akan memberikan rekomendasi kepada Gubenur DKI Jakarta untuk menindak tegas yayasan pendidikan/sekolah jika terindikasi melakukan pembiaran dan melanggar aturan . Ini pernting dilakukan agar ada efek jera, sehingga kasus serupa tidak terjadi dimanapun di Indonesia.

“Tindakan tegas pemerintah diperlukan, demi melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang steril dari rokok, narkoba dan miras,”pungkas Retno Listyarti, Komisioner KPAI.(Ronald)

Categorised in:

Comment Closed: SEJUMLAH GURU YANG SEKOLAHNYA DIDUGA MENJADI GUDANG PENYIMPANAN NARKOBA MENDATANGI KPAI

Sorry, comment are closed for this post.