Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Desa dan Tanahair Tercinta » Banjir di Sumut dan Sumbar BNPB rilis 22 Korban Meninggal

Banjir di Sumut dan Sumbar BNPB rilis 22 Korban Meninggal

(161 Views) Oktober 14, 2018 9:46 am | Published by | No comment

Banjir di Sumut dan Sumbar BNPB rilis 22 Korban Meninggal

Keterangan Gambar : Dampak Banjir di Kabupaten Mandailing Natal , sumatera utara (foto fb/ Putra Saima)

Jakarta , Beritatanahair.com

Direktur Pembinaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Lilik Kurniawan mengatakan, hingga Sabtu malam, 13 Oktober 2018, 22 orang meninggal akibat banjir dan longsor di beberapa lokasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Hal itu dikemukakan Lilik dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Minggu, 14 Oktober 2018. “Di Tanah Datar 4 orang, Pasaman 1,” ujarnya.

Saat ini, banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah yang berdekatan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. “Kami menduga ada sumbatan, terutama di Mandailing Natal,” ujarnya menambahkan.

Dia menyarankan untuk melihat lokasi di hulu apakah terjadi pembendungan atau potensi longsor di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Setelah itu disosialisasikan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di dekat sungai.

Sementara itu Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama mengemukakan, wilayahnya diguyur hujan hampir sepekan ini. Banjir yang melanda Pasaman merupakan siklus 4-5 tahunan.

Saat ini, masyarakat yang terkena banjir sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, ada juga yang masih belum bisa kembali ke rumahnya lantaran banjir. “Ada sekitar 10-20 keluarga (yang belum ke rumah),” Katanya.

Sebelumnya, banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Mandailing Natal, Jumat, 12 Oktober 2018. Akibatnya, 17 orang meninggal dunia, yaitu 12 siswa sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara sudah dapat diatasi.

Dia mengemukakan, alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan material longsor. Hal itu dikemukakan Sutopo dalam keterangan tertulis, Sabtu malam, 13 Oktober 2018.

Hingga Sabtu, 13 Oktober 2018 malam, jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang. Mereka terdiri dari 12 siswa sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Dari 29 siswa SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat, 12 Oktober 2018 sore, terdapat 12 anak meninggal dunia dan 17 anak berhasil diselamatkan. Semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

Dari 17 anak yang selamat, 7 anak  di antaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat. Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang sebagian terseret banjir bandang , Sementara 2 korban meninggal yang ditemukan di dalam mobil terjebur ke Sungai Aek Batang Gadis adalah seorang pegawai PT. Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut.

Hingga Sabtu malam, tidak lagi ada laporan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya di 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal yang mengalami banjir bandang, banjir dan longsor.

Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, selama 7 hari dari 12-18 Oktober 2018. BPBD Mandailing Natal bersama BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana.(viva/rp)

Categorised in:

Comment Closed: Banjir di Sumut dan Sumbar BNPB rilis 22 Korban Meninggal

Sorry, comment are closed for this post.