Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Pendidikan » Guru Honorer K2 Temui DPRD Kota Tangerang adukan Nasip Tidak Dapat Kartu Ujian P3K

Guru Honorer K2 Temui DPRD Kota Tangerang adukan Nasip Tidak Dapat Kartu Ujian P3K

(138 Views) Februari 22, 2019 11:02 pm | Published by | No comment

Guru Honorer K2 Temui DPRD Kota Tangerang adukan Nasip Tidak Dapat Kartu Ujian P3K

Keterangan Gambar : Sjaifuddin Z Hamadi dari fraksi PAN Anggota DPRD Kota Tangerang menerima dan mendengarkan aspirasi dari ratusan Guru Honorer, dimana mereka menginginkan adanya kejelasan untuk Tes P3K.(Beritatanahair.com)

Tangerang ,Beritatanahair.com

Ratusan Guru Honorer K2 yang tergabung di dalam Forum Honorer K2 Temui DPRD Kota Tangerang adukan Nasip Tidak Dapat Kartu Ujian P3K ,para Guru Honorer K2 kecewa kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang lantaran tidak adanya verifikasi dari pemerintah setempat untuk tes PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Pasalnya, impian lama mereka (Guru Honorer K2red ) musnah begitu saja, disaat ratusan Guru Honorer K2 ingin mengikuti tes tersebut, terhalang karena tidak adanya kartu tes terhadap 451 Guru Honorer.

Padahal mereka sudah melakukan pendaftaran secara online melalui sscn.bkn.go.id. dari tanggal 10-17 Februari 2019 dan sudah mendapatkan no registrasi Kartu Pendaftaran SSP3K 2019 dari BKN-RI, hanya menunggu verifikasi dari Pemkot Tangerang.

“Padahal saat pendaftaran secara online, mereka semua dapat login, artinya pemerintah kota sudah siap untuk mengikuti tes P3K. Tapi kenapa pada saat tinggal menghitung hari kami belum ada yang mendapatkan kartu tes. Kalau tidak ada kesiapan seharusnya dari awal diberitahukannya , saat kita login tidak akan bisa dan ada pemberitahuan bahwa pemerintah daerah Kota Tangerang tidak mengadakan Tes P3K kalau ini kan tidak?????? Kita semua bisa login,” Kata Herman Ketua PHK2I Kota Tangerang dengan nada sedikit kecewa.

Menurutnya, ini menuai kekecewaan besar dari 451 Guru Honorer yang sudah mendaftar P3K. Hal ini membuat Forum Guru Honorer tidak patah semangat, mereka langsung mendatangi BPKSDM Kota Tangerang untuk menanyakan perihal tersebut kenapa belum juga ada kartu untuk tes P3K sementara ujian tinggal satu hari lagi.

“Kita sudah tanyakan kepada Dinas BPKSDM dan Dinas Pendidikan untuk hal ini ,akan tetapi jawaban mereka tidak ada anggaran dari APBD Kota Tangerang ,Sedangkan dari Dinas Pendidikan menurut Kadisnya tidak ada Petunjuk teknis (Juknis) Petunjuk pelaksanaan (Juklak). Masa Kota Tangerang yang APBD nya besar tidak bisa mengeluarkan anggaran untuk P3K. Kartu belum dikeluarkan dan tidak ada kejelasan untuk tes kepada kami dari pihak PGRI, Dinas maupun Pemkot secara tertulis,”Jelasnya.

“Tolong perjuangkan Nasip kami , Kami ingin miliki kartu ujian ini ,Waktu kami tinggal satu hari,” Sahut Herman diruang Banmus DPRD Kota Tangerang.

Hal serupa diutarakan Guru SDN 8 Poris Cipondoh dimana ia merasa kecewa dengan Pemkot Tangerang yang tidak mau memperjuangkan Guru Honorer K2.

“Ini impian kami bertahun tahun. Yang miris lagi kami guru kelas yang bertahun-tahun dan sudah miliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan sudah mengajar belasan tahun, gaji masih dibawah 2 jt. Sedangkan yang baru jadi guru 7 bulan sudah mendapatkan gaji 2 jt bahkan lebih. Ini pendzoliman akbar terhadap Guru Honorer,” Ucapnya.

Dalam silahturahmi dengan DPRD Kota Tangerang tersebut Forum Guru Honorer K2 diterima oleh Sjaifuddin Z Hamadi dari fraksi PAN di ruang Banmus, Gedung DPRD Kota Tangerang, pada Kamis sore hari (21/2/19) .

Dalam kesempatan tersebut, Sjaifuddin menerima dan mendengarkan aspirasi dari ratusan Guru Honorer, dimana mereka menginginkan adanya kejelasan untuk Tes P3K yang akan diadakan pada Sabtu (23/2/19) mendatang.

Menurutnya, aspirasi dari para Guru Honorer sudah ditampung dan akan disampaikan kepada Walikota Tangerang yakni Arief R Wismansyah dan dirinya pun baru mengetahui persoalan tersebut setelah mendengarkan aspirasi  dari para Guru Honorer yang ditemui saat itu.

Setelah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Dadi Budaeri dan Kepala BKPSDM Ahmad Luthfi melalui telepon seluler tutur Sjaifuddin, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak memiliki anggaran untuk Tes P3K.

“Rupanya kebijakan pemerintah pusat. Nah itu yang pertama dibiayai APBN tapi saat pelaksanan dekat-dekat ini pemerintah pusat meminta kepada daerah untuk dbiayai APBD Kota Tangerang, untuk pembiayaan tersebut belum ada, Namun tadi Sekda Kota Tangerang mengatakan Insya Allah di anggaran perubahan akan dianggarkan untuk P3K, “Ya kita DPRD akan terus mendorong agar semuanya terlaksana,”Tukasnya. (Ronald)

Categorised in:

Comment Closed: Guru Honorer K2 Temui DPRD Kota Tangerang adukan Nasip Tidak Dapat Kartu Ujian P3K

Sorry, comment are closed for this post.