Program Inovasi Desa Provinsi Banten Rakor di Hotel Istana Nelayan Tangerang

Kota Tangerang , Beritatanahair.com

Program Inovasi Desa di Provinsi Banten melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) ke II yang dilaksanakan dari tanggal 08-11 Juli 2019, bertempat di Hotel Istana Nelayan-Jati Uwung Kota Tangerang.

Keberadaan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Diantaranya adanya fasilitas untuk menciptakan desa – desa di Indonesia yang demokratis, mandiri, dan sejahtera. Salah satunya diwujudkan Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Program Inovasi Desa.

Program Inovasi Desa ialah pendampingan yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan dana desa lebih berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program Inovasi Desa baru berjalan selama dua tahun ini. Lewat program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyrakat Desa (PPMD) itu telah menghasilkan sejumlah inovasi dari desa-desa di Indonesia. Program Inovasi Desa dioptimalkan melalui dana desa yang telah disalurkan ke 74.957 desa di Indonesia sejak 2015.

Pembelajaran inovasi desa ini dapat benar-benar menyiarkan fakta sosiologis upaya-upaya desa ini membangun keberdayaan peri kehidupan dari pinggir sehingga kepercayaan publik kepada desa semakin besar karena kemampuan desa membangun serta menjaga kepercayaan negara dalam bentuk limpahan kewenangan dan subsidiaritas untuk Kebaikan Desa di Seluruh Indonesia.


Dalam acara PID (Program Inovasi Desa) , peserta yang hadir dari perwakilan TIK, TAPM, Camat, TPID, dan PD dari Empat kabupaten, yakni Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Lebak.

PPK Satker, Bapak Didin Aliyudin, M.Kes selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa acara ini digelar dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Inovasi Desa di Wilayah Provinsi Banten.

Plt. Kepala Dinas PMD Provinsi Banten, Dr. Enong Suhaeti, menyampaikan harapan yg tinggi agar pelaksanaan PID bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di desa-desa di Provinsi Banten. Keberhasilan PID akan berefek pada kemajuan visi Gubernur Banten.

Kasubdit PMD Ditjen PPMD, Bapak Nur Said, menyampaikan bahwa PID di Banten harus dilakukan dengan kerja-kerja taktis, agar Bursa Pertukaran Inovasi Desa sebagai momentum besar di PID tidak lewat dari kalender penyusunan perencanaan reguler di desa pada akhir Juli.

M. Ilham Gilang, Tenaga Ahli Pengelolaan Pengetahuan PID Provinsi Banten menyampaikan bahwa PID yang sudah berjalan di Banten sejak 2018 memiliki output 4,5% Replikasi pada Dana Desa di Provinsi Banten. Ia juga mengharapkan seluruh peserta memahami skema dan substansi PID Tahun 2019, dan melaksanakan step by step tahapan program secara baik, dengan target BID pada akhir Juli ini.

Ahmad Jariri selaku TA. PSD Kabupaten Serang menambahakan, Kesiapan TAPM bersama jajaran pendamping di setiap kabupaten dalam rangka fasilitasi dan pelaksanaan program sesuai tahapan perencanaan program inovasi desa (PID) dan peningkatan kapasitas KPM di setiap desa.

Pada akhirnya acara ini digelar agar seluruh stakeholder pelaku PID memahami dengan baik pelaksanaan baik dari segi filosofis, stategis dan taktis demi kemandirian dan kemajuan desa di Provinsi Banten.(Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *