Ortu Wajib Awasi Sosmed Anak agar Terhindar dari “Grooming”

Jakarta , Beritatanahair.com

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta para orang tua untuk mengawasi penggunaan media sosial (Medsos) apakah itu Facebook ,WA ,IG , Tweeter dan lain sebagainya agar anaknya terhindar dari kejahatan pencabulan terhadap anak lewat media sosial (grooming).  

Berkaca pada kasus pelecehan seksual melalui sosial media, menurut Retno, semestinya penggunaan sosial media tidak diperbolehkan bagi anak berusia 13 tahun ke bawah karena rentan menjadi korban kejahatan.    “Punya media sosial di usia yang masih kecil, ini padahal nggak kita saranin ya? Padahal mereka berpotensi menjadi korban kejahatan dari orang-orang yang berada di media sosial,” terang Retno di Gedung KPAI, Menteng pada Selasa (23/7/2019).  

Retno menyarankan agar para ortu lebih mengawasi penggunaan media sosial anak mereka terutama bagi para anak remaja yang masih mencari jati diri dan belum matang dari sisi emosi.    “Karena bully itu kini berpindah dari dunia nyata ke dunia maya.

Data dan catatan KPAI 2015 ke bawah tidak ada kasus cyber bullying, Pada Tahun 2016 ada 34 kasus, terus naik dan di Tahun 2018 ada 209 kasus,” Papar Retno.

Sebelumnya Bareskrim Polri menangkap pelaku pencabulan terhadap anak lewat media sosial. Tersangka berinisial TR merupakan seorang narapidana di Surabaya yang menggunakan akun palsu untuk mendapatkan foto atau video korbannya.    Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan KPAI tentang adanya guru yang mengadu akun media sosialnya dipalsukan. Dalam aksinya, tersangka meminta akun WA para korban dan meyakinkan mereka untuk mengirimkan dokumentasi tubuh mereka tanpa busana. ([email protected]_001/dkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *