REVITALISASI TPA JATI WARINGIN AGAR SAMPAH TIDAK BERCECERAN

Kab.Tangerang , beritatanahair.com

Semoga apa yang menjadi keinginan masyarakat didekat TPA dapat menjadi terwujud untuk tidak mencium bau menyengat, akibat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.

Sebab, sambil menunggu formula yang tepat untuk meniadakan sampah tersebut, Pemkab Tangerang tahun besok akan segera merevitalisasinya.
Dan berupaya agar masyarakat tidak teriak terus karena bau dan polusi yang membuat sesak nafas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, bahwa dirinya melihat keadaan TPA Jatiwaringin perlu di revitalisasi.
Yaitu dengan cara menata terlebih dahulu seluas 3 hektar kurang dan lebih dengan merehab muka TPA dan membetonisasi bagian sisi TPA dengan tingkat ketinggian yang harus tinggi, sehingga tidak ada lagi sampah yang menyebrang dari TPA tersebut.

“Mudah-mudah anggaran revitalisasi tersebut tahun besok bisa terealisasi, karena anggaran tersebut juga akan membangun bagian depan TPA juga, dan akan kami tata dengan merehab gapura yang nantinya juga akan di bangun tamannya.

Dani kabid penataan DLHK di ruang kerjanya menjelaskan
bahwa untuk meniadakan sampah yang ada di TPA Jatiwaringin, sangatlah membutuhkan biaya besar. Salah satunya dengan cara mendatangkan teknologi canggih dan terbaru.

Namun hal itu, Pemkab Tangerang rasanya belum bisa menganggarkannya. Karena butuh kurang lebih empat triliun untuk menggunakan tekhnologi tersebut.

“Paling tidak dengan cara merevitalisasi TPA tersebut sampah tidak akan beterbangan ke sebrang TPA, dan aliran kali item yang tepat berada di depan TPA, kiranya kali tersebut juga perlu di turap menggunakan tiang pancang juga, supaya mulai dari tempat masuk TPA hingga dalam TPA bisa dilalui dengan suasana yang rapih dan nyaman,”tukasnya diruang kerjanya di Kantor Dinas LHK Tigaraksa jum’at (13/12/2019).

Senada, PJS Sekretarias Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Budi Khomaedi menambahkan, bahwa untuk investor sudah banyak yang telah melakukan ekspose dengan menggunakan tekhnologi terkini.

“Persoalannya adalah tekhnologi tersebut apakah sudah dilakukan di negara asia apa belum.,”ungkap pjs sekdis Budi khomaedi.(nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *