WALIKOTA DEPOK TINJAU LOKASI PENYANGGA TPA CIPAYUNG

Depok,Beritatanahair.com

Memastikan lokasi penyangga tpa cipayung telah rampung, Walikota depok Mohammad idris pantau lansung ke lokasi tersebut,lokasi yang memakan tempat seluas 7,9 hektar .penyelesaian sebenarnya telah selesai di tahun 2019 hanya saja perlu lebih di rancang lagi kedepanya seperti apa lokasi penyangga tpa tersebut bisa seratus persen bisa beroperasi sebagaimana mestinya.karna perlu di kaji lagi kedepan dampak yang akan timbul agar dengan adanya tempat penyangga tersebut aroma kurang sedap dari tpa tidak menyebar kemana mana.

Dalam kesempatan tersebut walikota depok menuturkan kalau tempat penyangga (buffer zone) bukanlah tempat pembuangan akir,tetapi hanyalah penyangga tpa.karna depok sudah ada (TPA) di nambo gunung leutik kabupaten bogor.di tambahkan walikota depok mohammad idris lokasi buffer zone akan di buat jogging track untuk masyarakat yaitu ruang terbuka hijau(RTH)


Buffer Zone TPA Cipayung akan Jadi Taman Hutan Kota.

Walikota Depok Mohammad Idris melakukan pemantauan ke lokasi perluasan daerah penyangga (buffer zone) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Pasalnya, saat ini buffer zone seluas 7,9 hektar tersebut telah rampung pengadaan lahannya.

“Tahun 2019 sudah selesai pengadaan lahannya seluas 7,9 hektar. Sekarang saya ingin melihat lebih jelas lagi dimana posisinya dan bagaimana garis kontur tanahnya, untuk bahan kajian terkait perencanaan selanjutnya, apa saja yang bisa ditata disini” ujarnya, usai meninjau lokasi buffer zone.

Dikatakan Mohammad Idris, perluasan buffer zone yang dimaksud bukan sebagai tempat pembuangan sampah. Tetapi, sebagai daerah penyangga untuk mencegah agar bau sampah dari TPA Cipayung tidak tercium ke wilayah lain.

Tahap selanjutnya kita akan mengusulkan kepada pihak provinsi dan pihak terkait agar lokasi dapat menjadi pusat taman hutan kota. Jadi, ini bukan pembuangan sampah. Karena untuk pembuangan sampah kita sudah punya jatah di TPA Nambo yang ada di kawasan Gunung Leutik, Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, nantinya di lahan buffer zone tersebut akan dibuat jogging track untuk masyarakat. Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau penghalang lainnya agar bau sampah dapat terserap.

“Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa buffer zone ini bukan untuk pembuangan sampah tetapi sebagai daerah penyangga,” tutupnya.(BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *