Catatan Retno Listyarti Selama di Jepang Tentang Corona

Jakarta , Beritatanahair.com

Penulis : Retno Listyarti

Saya berkesempatan berada di Jepang pada 24-28 Februari 2020 pada saat covid-19 sedang menyebar di seluruh dunia dan membuat khawatir jutaan manusia di bumi. Mulai dari ketibaan di bandara Narita, Tokyo, kemudian perjalanan menuju hotel dengan menggunakan kereta api cepat, saya banyak belajar dari Negara ini terkait upaya-upaya mendasar yang dilakukan negera dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 terhadap seluruh warganegaranya, terutama anak-anak selama berada di sekolah dan pulang sekolah.

Covid-19 semakin menyebar ke seluruh dunia. Setelah China, jumlah pasien positif Covid-19 semakin bertambah di Korea Selatan dan Italia, bahkan Wakil Presiden Iran juga positif Covid-19 setelah tertular dari salah satu Menterinya. Di Jepang masih dalam tahap tidak separah itu, para ahli berpendapat bahwa di Jepang masih dalam tahap yang bisa terkontrol speed penyebaran Covid-19. Namun demikian, pemerintah Jepang tetap bersunguh-sungguh dalam melakukan hal terpenting untuk melindungi warganya, yaitu mencegah penularan virus.

Pembelajaran Dari Jepang Dalam Melindungi Anak-anak Dari Covid-19

Hingga saat ini, di Jepang 5 orang meninggal dunia karena Covid-19, dan dari Diamond Prince Cruise 6 orang meninggal dunia. Di lain pihak, sudah 140 orang sembuh dari virus ini. Akan tetapi, upaya sungguh-sungguh dalam mencegah penularan Covid-19 terus digalakan pemerintah Jepang, diantara adalah sbb:

  1. Saat berada di Bandara dan di Stasiun, Saya menyaksikan semua orang wajib menggunakan masker. Bahkan saat saya jalan-jalan di pertokoan, seluruh pekerja toko menggunakan masker. Harga masker pun di diskon, bukan malah naik berkali lipat harganya seperti di Indonesia. Pagi ketika toko belum buka, sudah mengular antrian orang untuk membeli masker, cairan antiseptic dan “Virus Shut Out” yang pemakaiannya di kalungkan ke leher penggunanya dan bisa dipakai selama 30 hari.
  2. Cairan antiseptic tersedia di semua pintu masuk toko, restoran dan hotel, termasuk di sekolah-sekolah mulai dari jenjang SD hingga selevel SMA, mengingat penyebaran virus bisa saja terjadi dari sentuhan fisik ataupun tangan yang tidak bersih dan menyentuh makanan.
  3. Untuk mencegah penularan masal di area public seperti sekolah, yang melibatkan orang banyak berkumpul dan kemungkinan berinteraksi dan bersentuhan tinggi, maka pemerintah Jepang memberikan SOP perlindungan terhadap para siswa selama berada di sekolah, seperti :

(a) mewajibkan masker untuk seluruh guru dan murid, bahkan masker bisa didapatkan secara gratis di sekolah;

(b) sekolah-sekolah menyediakan antiseptic di pintu masuk lobby sekolah, di kelas, dan di toilet. Guru dan Anak-anak di minta selalu menggunakan antiseptic setiap dari luar ruangan terbuka;

(c) sekolah-sekolah membatasi aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan upacara di tempat terbuka;

(d) sekolah-sekolah membatasi sentuhan fisik antar warga sekolah, seperti bersalaman untuk sementara waktu;

(e) mengingatkan para guru dan para siswa untuk menjaga kesehatan, istirahat cukup dan makan makanan bergizi seimbang.

Meliburkan Sekolah Jelang Kelulusan dan Kenaikan Kelas

Perdana Menteri Jepang pada Sabtu (29/2/2020) telah menetapkan kebijakan untuk semua sekolah SD, SMP, SMA dan sekolah bagi murid berkebutuhan khusus, diminta untuk meliburkan kegiatan belajar sampai memasukin liburan musim semi. Ini merupakan keputusan berat karena bulan Maret adalah bulan terakhir dalam tahun ajaran, masa kelulusan, kenaikan kelas dan juga masa yang penuh dengan kenangan penting. Untuk penyelenggaraan acara wisuda, diharapkan diperhatikan dan diupayakan semaksimal mungkin untuk mencegah penularan dengan cara meminimalkan jumlah peserta dll.

Karena sekolah diliburkan mendadak, beban bagi orang tua semakin besar, terutama untuk keluarga dengan anak yang masih kecil. tetapi dimohon pengertian dan kerjasamanya karena ini semua untuk mencegah penularan masal di mana anak anak dan juga pengajar berkumpul dalam waktu yang lama di ruangan yang sama.

Untuk perusahaan, bagi pegawai dengan anak yang masih kecil, Pemerintah juga mengusahakan agar para orang tua bisa menitipkan anak sama seperti ketika libur musim semi. Pemerintah pusat mensupport sepenuhnya segala macam inisiatif yang diupayakan pemerintah daerah. Untuk para orang tua yang penghasilannya turun dikarenakan harus mengambil libur, pemerintah akan menyediakan subsidi untuk ini, yang bisa diterapkan untuk pegawai tetap dan juga tidak tetap. Pemerintah akan mengalokasikan dana tambahan lebih dari 270 milliar yen, dan dalam 10 hari ke depan diharapkan selesai merangkum penggunaan dana ini untuk mengatasi masalah Covid-19.

Apa Yang Bisa Dilakukan?

Mengingat belum ada obat pasti untuk virus covid-19 d masih banyak hal yang tidak diketahui dari virus ini, perang melawan musuh yang tidak kelihatan dan tidak diketahui wujudnya tentu saja tidak mudah. Untuk itu, diperlukan kesadaran seluruh warganegara untuk sama-sama mencegah penyebaran covid-19, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita harus melindungi anak-anak kita dan menurut saya, hal tersebut bisa dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh Negara, misalnya:

  1. Kemdikbud dan Kemenag dapat segera mengeluarkan surat edaran Menteri atau semacam SOP dalam upaya melindungi anak-anak selama berada di sekolah, seperti : wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan dengan antiseptic, membatasi aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan upacara di tempat terbuka, dan membatasi sentuhan fisik antar warga sekolah, seperti bersalaman untuk sementara waktu, serta meminta para siswa dan guru untuk menjaga kesehatan, istirahat cukup dan makan makanan bergizi seimbang.
  2. Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah dapat menganggarkan penyediaan masker dan antiseptic bagi seluruh sekolah di semua jenjang di wilayah masing-masing, mengingat harga masker naik berkali kali lipat sehingga kemungkinan tidak terjangkau untuk dibeli warga. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah dan melindungi anak-anak dan para guru tertular Covid-19 selama berada di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *