SMPN 3 Sepatan Bersihkan Lingkungan dan Lantai Pakai Anti Septik

Kab Tangerang , Beritatanahair.com

SMPN 3 Sepatan Bersihkan Lingkungan dan Lantai Pakai Anti Septik hal ini dilakukan oleh Seluruh Guru dan TU SMPN 3 Sepatan saat piket dari Tgl 17 hingga Tgl 19 Maret 2020.

“Kami dari Tgl 17 hingga Tgl 19 Maret 2020 melakukan bersih-bersih lingkungan Sekolah Seperti : Ruang Sekolah,Ruang Perpustakaan serta Ruang Guru/TU , membersihkan lantai kami pakai karbol (anti septik) ,ini kami lakukan sebagai bentuk Tanggung Jawab anak-anak didik kami kami liburkan sesuai arahan Bupati/Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang,” Kata H.Gede Kartono Kepala Sekolah SMPN 3 Sepatan Kab.Tangerang.

H.Gede Kartono,S.Pd,MPd

“Fenomena corona telah menjadi isu yang paling banyak diikuti di awal tahun 2020 ini. Infeksi virus ini dikenal dengan Covid-19 ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019 ,novel coronavirus (2019-nCoV) yang merupakan jenis baru virus corona yang dugaan awalnya menular dari konsumsi hewan liar seperti kelelawar ke manusia yang pada perjalanannya bahkan menular sesama manusia , kami tekankan agar setiap Guru/TU ataupun tamu saat interaksi mininal 50 Cm – hingga 200 cm ,”Tambah Sarjan Pendidikan Lulusan Universitas Udayana , Bali itu pada Kamis (19/3/2020).

Pantauan Beritatanahair.com terlihat Guru lagi berolah Raga Tenis meja aktivitas fisik teratur termasuk olahraga dan manajemen stres, termasuk tidur yang cukup. Semua itu dapat kita harapkan pada akhirnya menjadi poin-poin penguat seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk berkembangnya kasus Covid-19 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hj Desiriana Dinardianti, MARS menyampaikan, untuk suhu badan normal nya 37,6 derajat censius. Kalau 38 derajat censius atau lebih harus di wawancara dulu dan jangan masuk ke kantor.

Selanjutnya, petugas kesehatan menentukan apakah dicurigai covid atau tidak. Bila dicurigai harus menentukan Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jika ODP akan disuruh pulang dan isolasi diri di rumah selama 14 hari.

“Jika dicurigai, harus menentukan Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jika ODP akan disuruh pulang dan isolasi diri di rumah selama 14 hari. Jika PDP maka akan dirujuk ke RS terdekat,” ujarnya.(RP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *