Emrus Sihombing : Klarifikasi MSD Lemah

Beritatanahair.com

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Republik Indonesia Muhammad Said Didu (MSD), telah mengirim surat klarifikasi kepada Luhut Binsar Panjaitan (LBP). tanggapi polemik itu, Pakar Komunikasi Politik (Komunikolog) UPH (Universitas Pelita Harapan) Emrus Sihombing mengatakan, dari aspek motif komunikasi, tindakan ini setidaknya mengandung dua pesan.

Pertama, langsung atau tidak langsung, MSD ( Muhammad Said Didu ) mengakui bahwa video pertamanya mengkritik LBP belum lengkap fakta, data dan bukti yang kuat sehingga struktur argumentasi lemah. Karena itu, MSD ( Muhammad Said Didu ) dalam waktu yang tidak begitu lama melakukan tindakan klarifikasi.

Menurut hemat Emrus, klarifikasi ini salah satu bentuk pengakuan bahwa pandangan MSD pada video pertama masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

“Beda halnya, bila isi video pertama dapat dipertanggungjawabkan, maka MSD tidak perlu klarifikasi. MSD cukup mengatakan, bahwa isi video pertama dapat ia pertanggungjawabkan di ruang publik dan atau melalui proses hukum. Sembari mengatakan, dirinya akan hadapi sendiri tanpa dukungan pihak lain. Sebab, isi video pertama sebagai analisis dan pandangan pribadinya,” Papar Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner kepada Beritatanahair.com Rabu, (8/4/2020).

LBP dan MSD Lagi berseteru.(Beritatanahair.com)

Kedua, semua isi klarifikasi MSD( Muhammad Said Didu ) juga masih lemah. Dua pernyataan MSD( Muhammad Said Didu ), sebagai contoh, yaitu “hanya memikirkan uang” serta terkait penyebutan “sapta marga”.

Sangat tidak mendidik di ruang publik, ungkapan, hanya memikirkan uang, uang dan uang, bisa menyesatkan makna di tengah publik. Sebab, dua kali menggunakan kata “uang” yang disertai dengan dua kata berikutnya “dan uang”, itu berpotensi memanipulasi persepsi publik, bahwa sosok yang dituju merupakan orang yang berperilaku jauh dari perilaku humanis. Tentu narasi ini sesat pikir.

“Karena , pandangan MSD( Muhammad Said Didu ) ini sangat jauh dari realitas setiap manusia di dunia, siapapun itu. Menurut saya, MSD dan LBP, juga bagian dari komunitas manusia yang humanis. Buktinya, MSD dan LBP banyak orang yang menyanyagi dan mengasihi,” Terang Emrus.

Emrus Sihombing mengatakan : ungkapan, “semoga terbersit kembali sapta marga”, itu bisa dimaknai seolah sudah tidak terbersit lagi karena adanya kata “kembali” yaitu “terbersit kembali”. Artinya, bisa saja sudah dilupakan oleh orang yang dituju. Oleh karena itu, ungkapan MSD ( Muhammad Said Didu )ini masih sangat diragukan.

Sejatinya, dalam suatu kritik, atau perdebatan atau berwacana di ruang publik yang lazim, sama sekali tidaklah baik menyinggung latar belakang seseorang dari aspek apapun, termasuk institusi yang membesarkan dan atau terkait postur tubuh seseorang.

Yang harus dikritik, atau ditanggapi atau dievalusi menyangkut pandangan, kebijakan, program dan kinerja seseorang atau institusi.

“Untuk itu, saya menyarankan, perlu ada mediasi mempertemukan MSD dengan LBP. Pertemuan empat mata ini jauh lebih produktif daripada berbalas narasi di ruang publik saling membenarkan diri sendiri dan membuat tidak nyaman pihak lain yang terkait dan
membawanya ke ranah hukum. Sebagai sahabat, saya menyarankan kepada MSD menemui LBP. Kepada LBP kiranya bersedia mengundang MSD makan siang bersama. Pertemuan semacam ini acapkali dilakukan para tokoh bangsa kita untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. Namun tetap mengindahkan koridor protokol pertemuan yang sudah dibuat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” saran Emrus Sihombing.(bta_001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *