BANTUAN COVID-19 KAB TANGERANG RP 150 MILIAR DIBATASI HANYA 83.333 KK

Kab Tangerang , Beritatanahair.com

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar meminta kepada petugas pendataan di Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Tangerang untuk melakukan pendataan sesuai kriteria calon penerima masyarakat miskin terdampak covid-19. “Saya minta kepada RT dan RW yang mendata calon penerima masyarakat miskin terdampak covid-19 benar-benar sesuai persyaratan. Para ketua RT harus jujur sampaikan data warga miskin, karena tim Dinsos akan periksa langsung data itu ke lokasi sesuai nama dan alamatnya. Kalau ditemukan ketidak sesuaian dengan persyaratan kriteria calon penerima, nanti dicoret,” tegas Bupati Zaki, Senin (20/4/2020)

Menurut Zaki, pendataan tersebut sebagai upaya menanggulangi kondisi masyarakat terdampak Covid-19 melakukan pendataan terhadap di luar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang telah menerima/belum menerima program PKH, BSP, dan Bansos lainnya yang bersumber dari pemerintahan dengan kriteria yang sudah ditentukan

Kriterianya seperti keluarga PDP dan keluarga yang anggotanya meninggal karena posistif Covid-19, Asisten Rumah tangga, pekerja/karyawan yang di PHK/dirumahkan, Tukang ojek pangkalan, tukang becak, sopir angkutan umum yang tidak beroperasi, pedagang asongan, pedagang keliling yang sudah tidak bekerja lagi, tenaga harian lepas seperti tukang bangunan, buruh, petani penggarap , nelayan dan penyadang disabilitas.

Penerima bantuan JPS di Kabupaten Tangerang, kata Zaki, dibatasi hanya sebanyak 83.333 Kepala Keluarga, dengan estimasi anggaran yang digelontorkan sebesar Rp150 miliar, dalam satu RT penerima bantuan dibatasi hanya 20 Kepala Keluarga. Alternatif lain, bagi warga terdampak covid-19 yang tidak tercover oleh dana JPS akan disiasati melalui dana bantuan sosial dari Kementrian Sosial dan bantuan Pemerintah Provinsi Banten, dana desa bisa kita gunakan untuk membantu warga yang tidak terdata dalam program JPS.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat menuturkan terkait pendataan calon penerima masyarakat miskin terdampak covid-19 di Kabupaten tangerang, pihaknya sudah melayangkan surat kepada seluruh RT untuk benar-benar mendata sesuai persyaratan yang sudah kami sampaikan.

Ujat mengatakan sebenarnya bukan dibatasi per RT/RW harus sekian, yang terjadi adalah lurah/desa pada awalnya diminta untuk mendata sekitar 1.250 warga calon penerima BLT yang terdampak covid-19, supaya tidak terjadi penumpukan calon penerima pada wilayah RT tertentu, dibagilah per RT. “Sekarang sudah saya perintahkan data lagi yang benar-benar berdampak untuk dimasukan dalam calon penerima BLT,” tutur mantan Camat.nean Rajegitu.(Nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *