Zaman Jokowi Telah Lahirkan Masyarakat Rasialis,Papua Akan Lawan Bangsa Rasis Sampai Akhir Hayat

BERITATANAHAIR.COM

Belakangan banyak akun yang menyudutkan Aktivis Kemanusiaan asal Bumi Papua Natalius Pigai yang tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam genggaman tangan Burung Garuda Pancasila dan mencederai roso keadilan dan hak azasi Manusia Indonesia yang bebas mengemukakan pendapat dan tidak membuat fitnah yang keji.

Akun FB “Yahya Wanangia” yang menyudutkan Natalius Pigai dan menyebutkan dirinya sebagai monyet.(Beritatanahair.com)

Berikut Pandangan dan masukan Natalius Pigai terhadap dirinya terhadap Rasisme dari orang-orang disekitar Kekuasaan Presiden Jokowi , yang masuk kemeja Redaksi Beritatanahair.com :

“Saya tidak fitnah dan kritik, tapi beri masukan soal HAM ke Luhut Binsar Panjaitan. Sy dibalas dengan oleh2 ini. FB ini inisial YW diduga Pendukung Jokowi & satu Partai Besar. Kita tunggu Mabes Polri selidiki karena ini delik umum. Ini sebuah Rasisme, monyet, gorilla tetap terus akan ada dan akan terus berlangsung pada papua, Melanesia, Diapora Afrika,” Paparnya pada Senin dini hari (04/05/2020).

“Rasisme, Perbudakan bukan hal baru, sejak 1462, bangsa kulit hitam di Sierra Leone, Liberia, dibuang ke Dominika, Caribia, ke Amerika, juga ke Nova Scotia dekat Canada, ke london, kembali membebaskan bangsa2 kulit hitam karena perlawanan terhadap rasisme,” tandas Mantan Komisioner HAM RI tersebut.

Ibu Kota Sierra Leone, Freetown (kota pembebasan, Liberia (pembebasan oleh americo liberarian), adalah tonggak sejarah awal mula pembebasan bangsa kulit hitam. Kalau tidak melawan Rasisme maka tidak mungkin bangsa2 kulit hitam melepaskan diri. Bagi bangsa kulit hitam pembebasan terhadap Rasisme telah menjadi doktrin Pembebasan.

Natalius Pigai menjabarkan jangan karena Rasisme anak bangsa jadi terpecah-belah,seperti kisah perpecahan dibeberapa negara karena perbedaan tertentu akhirnya menjadi disintegrasi.

“Di sisi lain, bangsa Jugoslavia Pecah 7 negara karena berbeda suku, India, Pakistan dan Bangkadesh Pecah karena berbedah Agama. 2019 bangsa Papua sudah tunjukkan perlawanan menentang Rasisme dan Penindasan. Rasisme di Negara ini sudah menua, tetapi Jaman Joko Widodo secara masif telah melahirkan masyarakat Indonesia yang Rasialis dan Melanesia Phobia,” terang Natalius Pigai, Korban Rasisme.(RP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *