Daya Beli Menurun, Pemerintah Diminta Beri Stimulus untuk Pedagang Pasar Tradisional

JAKARTA , BERITATANAHAIR.COM

Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) menyebutkan bahwa pandemi virus Corona atau Covid-19 yang mewabah disejumlah daerah di Indonessia berdampak serius terhadap perekonomian nasional, terutama masyarakat pedagang tradisional(Pasar Tradisional).

“Seperti seluruh pedagang pasar di Jakarta sangat merasakan betul dampak pandemi Virus Corona ini. Terlebih sudah beberapa pekan belakangan ini diberlakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk tahap dua. Tentunya dengan konsekuensi para pelaku usaha harus mengikuti imbauan dari pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ungkap Ketua Umum Appsindo Hasan Basri di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Pada Rabu (13/5/2020).

Tapi disisi lain, kata Hasan, kebutuhan ekonomi masyarakat tidak bisa dihentikan. Oleh karena itu pihaknya meminta pemerintah untuk merealisasikan dana stimulus agar segera dicairkan guna membantu pelaku usaha ekonomi mikro.

Keterangan Gambar ; Daya Beli Menurun, Pemerintah Diminta Beri Stimulus untuk Para Pedagang Pasar Tradisional ,”ungkap Ketua Umum Appsindo Hasan Basri di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Pada Rabu (13/5/2020).
(BERITATANAHAIR.COM)

“Sebab, bila pemerintah tidak tanggap dalam menghadapi persoalan ini tidak mustahil dalam beberapa bulan ke depan bangsa ini bakal dihadapkan dengan krisis pangan,” tandasnya.

Hasan menilai, walaupun pandemi Covid-19 ini dalam beberapa bulan ke depan terjadi penurunan, akan tetapi dampak ekonomi masih tetap dirasakan. Karena bagi pelaku usaha yang biasa melakukan rutinitas bisnisnya sempat terhenti.

“Seperti banyak di antara pedagang kekurangan modal, karena digunakan untuk keperluan hidup di masa pemberlakuan PSBB. Kemudian, banyak juga yang kehilangan langganan,” terang Hasan.

Hasan juga mengatakan, sudah menjadi rutinitas tahunan menjelang hari raya Idul Fitri permintaan akan kebutuhan bahan pokok selalu meningkat. Oleh karenanya, pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan bahan pokok bagi para pelaku usaha mikro khususnya pedagang pasar tradisional, agar tidak ada lagi oknum yang melakukan penimbunan.

“Terlebih, di tengah pendemi virus Corona. Dampaknya sangat dirasakan. Selain sepi pembeli, pasokan dari distributor mengalami keterlambatan,” ujar Ketua Umum Appsindo tersebut.

Namun demikian, kata Hasan, ada fenomena baru pada Ramadhan kali ini. Dimana sebagian harga kebutuhan pokok cenderung stabil, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti harga daging, ayam potong dan telur, yang biasanya pada Ramadhan sebelumnya mengalami kenaikan harga cukup signifikan, akan tetapi pada Ramadhan kali ini cenderung stabil,” Pungkas Hasan Basri. (RP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *