BANK BRI UNIT MAUK Menolak Surat Kuasa Pengambilan Uang

Kab Tangerang.beritatanahair.com

Penolakan surat kuasa administrasi pengambilan tabungan uang milik nasabah Bank BRI bernama sarmi (41) dikeluhkan sang suami. Pasalnya nasabah tersebut sudah memberikan surat kuasa kepada suaminya untuk mengambil sejumlah uang miliknya didalam tabungannya. Namun sayangnya mereka mendapatkan penolakan keras dari Bank BRI Unit Kecamatan Mauk, tepatnya di Jl. Raya Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Jum’at (15/5) Siang

Hal tersebut terungkap atas laporan suami Sarmi bernama Ahmad Sarifudin (50) mengatakan, “Surat kuasa tersebut dibuat dikarenakan isteri saya saat ini belum bisa pulang ke Indonesia dikarenakan masih bekerja diluar negeri menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) disalah satu negara Saudia Arabia,” katanya saat dikonfirmasi secara resmi oleh awak media.

Tabungan tersebut sudah dari tahun 2018 keluarga Sarifudin menabung di Bank BRI Unit Kecamatan Mauk,kabupaten Tangerang,Provinsi Banten.

“Ditahun 2019 kemarin saya berusaha ingin mengambil tabungan milik saya dan isteri saya di Bank BRI Unit Kecamatan Mauk ,tetapi mereka menolak keras surat kuasa tersebut, padahal saya sudah
membawa surat kuasa berikut perlengkapan dokumen milik isteri saya,”ujar Sarifudin.

Ahmad pun menambahkan, Bahkan waktu pengambilan uang tersebut pun satu tahun yang lalu isteri saya sempat menelepon secara Vidio Call dengan salah satu staft pegawai Bank BRI nya.

“Namun pihak BRI Unit Kecamatan Mauk tetap menginginkan isteri saya yang harus datang secara langsung untuk mengambil uang miliknya yang berada didalam tabungannya,” Terang Sarifudin.

Padahal ditahun 2018 yang lalu itu, saya yang menabung uang tersebut di Bank BRI Unit Kecamatan Mauk dan kalau tidak percaya saya memiliki bukti-buktinya, hanya saja nama nasabah itu menggunakan nama isteri saya.

“Ditengah pandemi covid-19 ini saya pun sudah tidak bekerja, orang tua isteri pun menanyakan tentang bagaimana keadaan isteri saya diluar negeri sana, sedangkan saat ini nomor isteri saya tidak bisa dihubungi,”

Disisi lain dalam tabungan kami itu terdapat uang sebanyak Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), saya juga bingung padahal kami hanya mengambil uang kami saja tetapi kok dipersulit oleh BRI Unit Mauk,” Kata Sarifudin Sedih,dan berharap kepala Unit BRI Mauk Candra memberinya keringanan untuk mengambil uang tabungan istrinya.

“Saya berharap tolonglah kepada pihak Bank BRI Unit Kecamatan Mauk agar segera mengembalikan uang kami karena dengan kondisi seperti ini saya memang sedang terdesak dan ada kebutuhan ingin merayakan hari lebaran, terlebih keluarga isteri saya pun mendesak meminta bantuan secara materi kepada saya,” Pintanya.

“Karena ditengah pandemi covid-19 ini saya memang sudah tidak mempunyai penghasilan dan saat ini pun saya sedang berada dalam kesulitan,”tambahnya

Saat awak media mendatangi Kantor Bank BRI Unit Kecamatan Mauk bertujuan ingin melakukan konfirmasi mengenai persoalan penolakan keras surat kuasa tersebut.

Kemudian salah satu security Bank BRI Unit Kecamatan Mauk bernama Agus Herianto mengatakan, “Untuk informasi konfirmasi pun sudah saya lakukan. Namun tetapi saat ini Kepala Unit Bank BRI Mauk sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun,” kata Agus

Karena saat ini beliau sedang fokus dalam kepengurusan database Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) diwilayah Kecamatan Mauk. tambahnya

Dari peristiwa tersebut hingga pemberitan ini ditayangkan Kepala Unit Bank BRI Kecamatan Mauk (Candra) pun belum memberikan keterangan apapun mengenai penolakan keras surat kuasa tersebut.(nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *