Kelurahan Sukamulya 306 orang terima Buku Atm BRI untuk Bantuan Langsung Tunai(BLT) Covid 19

KAB TANGERANG , BERITATANAHAIR.COM

Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mendistribusikan Bantuan lansung Tunainya (BLT) atau Penerima Jaring pengaman Sosial. Jumlah Warga yang menerima Buku Atm Tabungan BRI untuk Bantuan Langsung Tunai(BLT) Covid 19 , berjumlah 306 orang se Kelurahan Sukamulya kecamatan Cikupa , di berikan pada Selasa, 19 Mei 2020 Pukul 10.00 wib s.d selesai telah di Kantor Kelurahan Sukamulya .

Pada dua kesempatan tersebut, Lurah Sukamulya H. Mahfud Kuzaeni S.Ag Msi menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran  bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang.

H. Mahfud Kuzaeni S.Ag Msi serta merta berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik dan semestinya.

“Bantuan yang diberikan untuk masyarakat di Kelurahan Sukamulya ini merupakan tahap pertama dari BLT Kabupaten Tangerang , dan kedepan akan ada bantuan tahap keduanya,” ujar Mahfud.

Lurah Sukamulya juga mengajak masyarakat agar dapat selalu hidup bersih dan sehat, serta menjalankan berbagai himbauan pemerintah demi mencegah dan menanggulangi penyebaran covid-19. “Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, saya imbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19. Seperti diam di rumah, menggunakan masker, dan selalu mencuci tangan,” ulasnya.

Hadir dalam kegiatan sbb :

1. H. Mahfud Kuzaeni S.Ag Msi Kepala Kelurahan Sukamulya

2. Pelda Yusgianto Babinsa 1 Kelurahan Sukamulya

3. Serda Supriyadi Babinsa 2 Kelurahan Sukamulya

4. Brigadir Anwarudin Babinkamtibmas Kelurahan Sukamulya

5. Bpk Falhan CS ( Castamer Servis) BRI Cabang Cikupa

6.Ibu Tuti Herawati ( Pendamping PKH) BRI Cabang Cikupa

7.Bpk Nanang  Chaeroni Kasi trantib Kelurahan Sukamulya

Keterlambatan pencairan BLT tersebut kata dia, lantaran seringnya pemerintah Provinsi Banten dan Kemensos RI mengubah ubah kebijakan dan aturan pencairan BLT tsb, sehingga membingungkan petugas dalam melaksanakan kebijakan BLT tersebut.

“Terutama dalam menverifikasi data, kita harus memferivikasi DTKS sebanyak  83.333 warga terdampak Covid- 19 di Kabupaten Tangerang, akan tetapi penyalurannya bertahap,” bebernya.

Mahfud mengatakan bahwa,Kabupaten Tangerang hanya sebagai institusi pendistribusian bantuan dan bukan instansi pengadaan maka keterlambatan pencairan bantuan bukan dipihak dinas sosial tetapi tergantung dari pengucuran dana BLT dari provinsi Banten dan Kemensos RI.(Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *