Polresta Tangerang tetapkan 10 orang tersangka perselisihan kedua ormas pp dan bppkb

Kab.Tangetang , Beritatanahair.com

10 orang ditetapkan Polresta Tangerang terkait kasus perselisihan antar dua ormas BPPKB dan PP yang berujung pada pengrusakan kantor sekretariat dan posko kedua ormas yang berseteru di Citra Raya Panongan beberapa hari yang lalu.

Dalam keterangannya senin 1 juni 2020 Kapolresta Tangerang Kombespol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan 10 orang anggota ormas yang ditetapkan sebagai tersangka yakni 7 oknum anggota ormas BPPKB berinisial Y, S, AF, DH, AI, H, dan I yang diduga telah merusak kantor sekretariat Pemuda Pancasila di Citra Raya dan tiga posko lainnya dan 3 orang tersangka dari ormas Pemuda Pancasila yakni PP .YS RD dan S yang diduga merusak kantor sekretariat DPC BPPKB di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang, dan tiga posko BPPKB lainnya.

“Atas kejadian itu kedua belah pihak saling membuat laporan polisi hingga akhirnya kami berhasil menetapkan 10 tersangka, baik dari ormas PP dan BPPKB,” kata Kapolres dalam gelar perkara di Mapolresta Tangerang, Senin (1/6/2020) sore.

Kemudian Kapolresta tangerang menambahkan atas pengerusakan tersebut baik kantor milik ormas PP maupun BPPKB mengalami rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Selain mengamankan para tersangka, lanjut Ade, polisi juga turut menyita barang bukti seperti golok, batu, besi, dan balok, yang digunakan para tersangka untuk merusak kantor dan pos-pos milik Pemuda Pancasila maupun milik BPPKB Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kejadian ini terjadi pasca musyawarah yang telah dilakukan oleh kedua ormas,” ucap Kapolresta tangerang.

Kasus ini masih terus dikembangkan karena pengrusakan terhadap kantor dan pos-pos kedua ormas tersebut diduga dilakukan oleh puluhan orang.

Sementara itu, sambung Ade, para oknum anggota ormas yang sudah ditetapkan tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal 170 KUHP atau 406 KUHP dan Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam tanpa hak, Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara,” tukasnya.(nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *