Emak-emak yang tidak dapat bansos Protes di kantor desa jati waringin kecamatan mauk

Kab Tangerang , Beritatanahair.com

Kantor Desa Jati waringin kecamatan mauk didatangi emak-emak berdaster pada hari senin 08 juni 2020 terkait bansos yang dianggap tidak merata pendataannya di Desa Jatiwaringin kecamatan Mauk.

Aksi demo para Emak-emak (ibu ibu) ini di depan kantor desa jatiwaringin dimulai pukul 09.00, untuk menanyakan dan meminta kepala desa (Rancung) transparan terkait pembagian Bansos covid-19.

Sebagian besar para pedemo warga yang tidak pernah mendapatkan bantuan meminta agar aparat desa memasang papan nama nama yang menerima Bansos tersebut , biar dianggap tidak ada pilih kasih.

di sela sela aksi demonya seorang ibu pendemo mendapatkan tindakan tidak mengenakan dari RW Desa jatiwaringn di ketahui seorang oknum RW berinisial U, sempat membentak ibu ibu dengan nada keras seraya menunjuk jarinya kepada ibu ibu pendemo ,”tindakan ini dinilai merusak aksi demo yang dilakukan ibu-ibu di desa jati waringin ini bila perlu oknum tersebut dilaporkan kepada komnas perempuan Republik indonesia dan di buat laporan kepolisian di unit Perempuan dan anak di polresta Tangerang,”ujar aktivis jatiwaringin yang tidak mau disebut namanya.

Rohman, Salah satu warga yang di temui awak media beritatanahair.com menjelaskan, yang mendapat bantuan kebanyakan orang yang mampu sedangkan yang tidak mampu tidak mendapatkan bantuan, seperti warga yang sudah pindah ke desa ketapang selama dua tahun tetap menerima bantuan di desa jatiwaringin.

“Yang saya heran kenapa tidak terpasangnya nama nama siapa aja yang mendapatkan bantuan bansos,”ucapnya 

Emak-emak mendemo kepala desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk karena merasa pembagian penerima bansos desa tidak merata.(Foto : Nean Irawan Wartawan Beritatanahair.com)

Di tempat yang sama warga setempat siti mengatakan, yang mendapatkan bantuan hanya 2 kk per RT sedangkan di rt lain hampir semua mendapatkan maka itu kami demo menanyakan ke kepala desa,”terangnya

Kepala Desa Jatiwaringin Nurdin yang akrab sapa Rancung menjelaskan, ada perbatasan antara desa jatiwaringin dengan desa buaran jati, di buaran jati banyak yang sudah mendapatkan bantuan itu pemicu warga desa jatiwaringin mendatangin kantor desa untuk menanyakan.

“Saya rasa itu wajar karna mendengar tetangga desa sudah mendapatkan tapi di desa kita belum, karena dampak covid-19 ini bukan hanya warga tidak mampu yang mampu pun terkena dampaknya,” ungkapnya 

untuk nama nama bantuan tidak terpasang karena itu kan berbentuk file, kami akan musyawarahkan bagaimana caranya agar dapat terpasang papan nama yang mendapatkan Bansos, untuk saat ini warga bisa  menanyakan data langsung kepada ketua RT.

Nurdin menambahkan, untuk BLT yang bersumber dari Dana Desa, pihaknya memang belum menyalurkannya kepada masyarakat karena Dana Desa untuk BLT tersebut belum masuk ke rekening desa.

“Jadi bila BLT Dana Desa sudah masuk semua, kami akan segera menyalurkannya kepada masyarakat,”pungkas Nurdin Alias Rancung.(nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *