Tengku Zulkarnain : Semoga Allah Sayangi Jenderal Pramono Edhie Wibowo Putra Pembasmi PKI

Pekan Baru , Beritatanahair.com

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2020) malam. Pramono Edhie dikabarkan tutup usia di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD, jabatan Pramono Edhie adalah Panglima Kostrad. Sementara, pada tahun 2009, dia pernah menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi.

Posisinya sebagai KSAD digantikan oleh Letjen TNI Moeldoko pada bulan Mei 2013 karena ia telah memasuki masa pensiun.

Dalam buku biografi Ani Yudhoyono “Kepak Sayap Putri Prajurit” bahwa orangtuanya, Sarwo Edhie menikahi Sunarti Sri Hadiyah memiliki 6 orang anak, yakni: Wijiasih Cahyasasi, Wrahasti Cendrawasih, Kristiani Herrawati, Mastuti Rahayu, Pramono Edhie Wibowo, dan Retno Cahyaningtyas.

Di antara anaknya itu, Pramono Edhi adalah yang berpotensi meneruskan jejak Sarwo Edhie di ketentaraan. Pramono muda sering diajak latihan fisik lari 2.500 meter, yang selalu diujikan untuk masuk Akabri. Pramono pernah tinggal di Korea Selatan, karena Sarwo Edhie Wibowo sang Ayah di angkat menjadi duta besar di sana.

Sepulang dari Korea, Sarwo Edhie menikahkan ketiga putrinya dengan alumni Akabri. Wrahasti Cendrawasih dinikahi Erwin Sudjono (Akabri 1975), Kristiani Herrawati dinikahi Susilo Bambang Yudhoyono (Akabri 1973), dan Mastuti Rahayu dinikahi Hadi Utomo (Akabri 1970). Resepsi pernikahan mereka dilakukan di Hotel Indonesia.

Dan, kini sang adik itu telah menyusul sang kakak Ani Yudhoyono ke pangkuan Sang Khaliq. Semoga husnul khotimah.

“Saya masih ingat saat masjid al Ikhlas Jalan Timor Medan, diratakan dengan tanah dan lokasi masjid di pagar beton.Umat Islam kota medan melawan. Di bawah koordinasi Forum Umat Islam Sumatera Utara, pimpinan saudara Timsar Zubil, dipastikan saat itu hampir semua elemen Umat Islam melawannya. .
Sholat Jum’at tetap digelar di badan Jalan Timor. Tercatat Ptof. DR. Yusril Ihza Mahendra, MS Kaban, Eggi Sujana, dll tokoh Nasional, dan saya, Tengku Zulkarnain, sempat berkhutbah di badan Jalan Timor itu,”terang Ustadz Tengku Zulkarnain pada Senin ( 15/6/2020) ,Semoga Allah Sayangi Pak Jendral Pramono.

Demo pun digelar meski saat itu banyak teror ditebar oleh oknum oknum anti agama yg lebih mementingkan keuntungan perut dan cipratan secuil rupiah dari OTT(Oknum Tanpa Bentuk).

“Keriuhan umat paham, sesaat setelah KASAD saat itu, Jenderal Pramono Edhie Wibowo (Putera bapak almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, salah satu tokoh pembasmi PKI tahun 1965) memutuskan untuk mengembalikan masjid al Ikhlas di tempat semula dan membangunnya kembali. Mayjend TNI Paulus, Panglima Kodam II Bukit Barisan saat itu, diperintahkan untuk menjalankannya,”Ucap Pengurus MUI Pusat tersebut.
.

Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhi Wibowo dan Putranya Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo.


Meski tanah dan bangunan tidak seluas asalnya, tapi umat Islam di Medan merasa cukup puas dengan keputusan itu.

Kini Pak Jenderal bijak ini dipanggil Sang Maha Kuasa. Semoga Allah memuliakan kepulangan beliau dan mengampuni segala kekurangannya.


Saya, Tengku Zulkarnain, dan keluarga besar, menyampaikan hormat dan sekaligus duka cita sebesarnya. Selamat Jalan Jenderal yang Bijak

Pekanbaru, 15 Juni 2020,
Tengku Zulkarnain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *