Kab Tangerang Hanya Izinkan Truk Angkut Tanah Beroperasi Malam Hari : Galian tanah di desa jambu karya kecamatan Rajeg operasi di siang hari

Rajeg-Kab Tangerang , Beritatanahair.com

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No.47 tahun 2018 tentang Jadwal Beroperasi Truk Hasil Tambang dan Barang. Truk tersebut dilarang melintas pada pagi dan siang hari.

Perbup tersebut hanya memperkenankan sopir truk tanah dan barang dapat melintas mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB .Sepertinya perbub tersebut dilanggar para pengusaha galian tanah di kecamatan Rajeg.

Pembatasan itu dilakukan lantaran operasional truk tanah di siang hari dianggap mempercepat kerusakan jalan raya. Truk tanah juga dinilai menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengendara lainnya, terlebih sudah ada beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas seperti kejadian Truk tanah melindas warga kecamatan Teluk Naga,kabupaten Tangerang beberapa bulan yang lampau yang membuat warga teluk naga mendatangi ketua DPRD Kabupaten Tangerang Kholid Ismail .

Kepala Satpol PP (Kasat Pol PP) Kabupaten Tangerang H Bambang mardi sentosa saat disambangi awak media Beritatanahair.com pada Selasa (24/6/2020) sedang tidak ada di tempat kata salah satu personil pol pp kabupaten Tangerang.

Galian tanah di desa Jambu karya kecamatan Rajeg ini beroprasi di siang hari banyak para pengguna jalan mengeluhkankan karna sering terjadi macet disebabkan antrian mobil tanah yang sangat panjang.

Sepertinya pemerintah kecamatan Rajeg dan pol pp kabupaten tutup mata dengan ada nya galian tanah yang melanggar perbup 47 tahun 2018.

Jajuli aktifis pantura angkat bicara terkait galian tersebut :


“Saya akan buat laporan ke Bupati kabupaten Tangerang karna biar bagaimana pun yang namanya perbub dibuat untuk dipatuhi bukan dilanggar , Bambang mardi selaku kasat pol pp harus tegas menindak pelanggaran tersebut , malu dong disebut sebut sebagai penegak perda tapi cuek dengan keluhan warga,” Terang Enji.

Keterangan Gambar : Jejeran Truk tanah dari desa Jambu karya beroperasi disiang hari , ini sangat tidak mengindah perbub Tangerang , merusak jalan dan mengganggu pengguna jalan yang lainnya.(Foto : Nean/wartawan Beritatanahair.com)

Anton pengguna jalan raya daon kukun saat di konfirmasi menjelaskan:

“Saya setiap hari lewat jalan ini.sekarang sangat menggangu sekali terlalu banyak mobil galian tanah yang lewat.apalagi mobil tersebut beroprasinya siang hari.saya khawatir terjadi korban seperti beberapa waktu yang lalu.katanya ada peraturan yang mengatur jam operasi tapi mana pemerintah harus tegas jangan seperti ini,”Kata Anton.

“Armada pengangkut tanah yang melintas di jalan daon kukun ini memang terlalu banyak mengingat jalan tersebut tidak terlalu lebar.warga mengkhawatirkan terjadinya korban karna banyak pengguna jalan yang lain,”tambah Anton kesal.

sedangkan pengusaha galian di desa jambu karya kecamatan Rajeg saat di temui awak media sedang tidak ada dilokasi .(nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *