Parlemen RI Desak Asean Tegas terapkan aturan Pemberantasan Narkoba dan Sejenisnya

JAKARTA , BERITATANAHAIR.COM

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera (FPKS) mendesak ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk menerapkan aturan pemberantasan obat-obatan terlarang secara tegas dalam rapat ke-3 The AIPA-Advisory Council on Dangerous Drugs (AIPA-CODD) di Hanoi, Vietnam.

“Parlemen Indonesia mengajak anggota AIPA untuk serius menerapkan aturan pemberantasan obat-obat terlarang untuk mencapai Zona Bebas Narkoba ASEAN. Kita sedang menghadapi darurat narkoba,” Ucap Mardani Rabu (30/6/2020).

Perang terhadap perdagangan narkoba ilegal dan penyalahgunaannya menjadi salah satu isu prioritas utama AIPA. Mengingat, drug trafficking merupakan kejahatan yang teroganisir dan lintas negara. Karena sifatnya yang lintas batas tersebut, masalah narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri atau kita kenal dengan nama Kejahatan Narkoba adalah Extra Ordinary Crime,”Tambah Jubir PKS ini.

Selayang Pandang tentang Kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime)

Kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime) wajib diterapkan (penegakan) luar biasa (Extraordinary Law), kalimat tersebut tampaknya layak diterapkan di Indonesia. Mengapa demikian? Untuk lebih lanjutnya kita terlebih dahulu membahas apa itu yang dimaksud kejahatan luar biasa, seperti kita ketahui bersama bahwa menyangkut kejahatan luar biasa tak sedikit orang yang mengenalnya sebagai kejahatan tak berprikemanusian atau melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan beberapa gambaran umum akan contoh tindak pidana/perdata yang digolongkan didalamnya seperti teroris, korupsi, narkoba, dan lain-lain sebagainya. Dikutip melalui academia.eu yang dimaksud kejahatan luar biasa adalah suatu  perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan hak asasi umat manusia lain, telah disepakati sacara internasional sebagai pelanggaran HAM berat yang berada dalam yuridiksi International Criminal Court dan Statuta Roma, mendapatkan hukuman seberat- beratnya termasuk hukuman mati bagi pelaku kejahatan tersebut. Yang termasuk dalam Extraordinary Crime yaitu kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan agresi.

Mardani Ali Seramenegaskan dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi ancaman narkoba sebagai kejahatan internasional. “Dalam memerangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya pada pertukaran pengalaman, tetapi yang paling penting pada operasi bersama dan berbagi intelijen,” ujar politisi dari F-PKS ini.

Selain itu Mardani juga mengungkapkan bahwa Indonesia terus mendorong kerja sama dengan ASEAN Ministerial Meeting on Drung Matters (AMMD), ASEAN Senior Official on Drug Matters (ASOD) dan berbagai mekanisme kerja sama lain. Menurutnya, ini bentuk komitmen untuk memerangi kejahatan extraordinary ini untuk masa depan bangsa.

“Kami juga mengundang negara-negara Anggota ASEAN untuk meningkatkan kerja sama kami melalui latihan bersama, pengembangan kapasitas, praktik terbaik dan berbagi intelijen di Pusat Keunggulan Anti-Narkotika Internasional (INARCELL),” Pungkas Mardani.(rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *