Covid-19 Masih bercokol Momentum Pemuda Islam Bangkitkan Ekonomi Islam

Beritatanahair.com

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak hanya menyerang sistem kesehatan, tapi juga sistem ekonomi sebuah negara , Mengutip Forbes, 15 Juli 2020, resesi dianggap sebagai bagian yang tak terhindarkan dari siklus perekonomian suatu negara. Resesi terjadi saat kegiatan ekonomi turun secara signifikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Selama pandemi virus corona yang telah menjangkit lebih dari 19 juta orang, setidaknya sudah ada sembilan negara yang mengalami resesi. Beberapa di antaranya seperti Amerika Serikat yang pada kuartal II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi AS dilaporkan minus 32,9 persen. Hal yang sama juga dialami Jerman yang mengalami resesi pada kuartal II tahun 2020 minus 10,1 persen.

Resesi ekonomi juga dialami Perancis yang pada kuartal II tahun 2020 tercatat minus 13,8 persen. Sementara Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Sejumlah pengamat mengatakan perekonomian Indonesia sedang menuju ke arah resesi.

Munculnya masalah seperti resesi akibat pandemi Covid-19 harus dijawab oleh pemuda Islam di Indonesia. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa, pemuda Islam harus hadir memberikan sumbangsih pemikiran dan gerakan. Kekuatan yang dimiliki oleh Pemuda Islam ini sudah selayaknya disambut oleh pemerintah dengan affirmative action (tindakan afirmatif) dari pemerintah. Misalnya, seperti peningkatan produktivitas UMKM, perluasan akses pendanaan dan tenaga kerja serta perluasan akses ke pasar global. Di tengah menjamurnya pemuda-pemuda Islam yang berprofesi sebagai pengusaha, pemerintah harus memberikan saluran yang menghubungkan dengan industri-industri besar.

Oleh karena itu, Organisasi Pemuda Islam KAMMI (Sunarto Triyogo), Hima Persis (Iqbal Muhammad Dzilal AM), JPRMI (Yoesse Hayatullah), GP Al Washliyah (Wizdan Fauran Lubis), GEMA MA (Ahmad Nawawi), PB PII (Husin Tasrik Makrup Nasution), Pemuda Hidayatullah (Suardi Sukiman), Pemuda Muslim (Ervan Taufiq), Pemuda DDII (Dede R.Misbahul Alam), Prima DMI (Ahmad Arafat Aminullah) , DPP SEMMI (M.Azizi Rois), PP Pemuda PUI (Raizal Arifin), PB Pemuda al Irsyad (Fami Bahreisy), PP IPM (Hafizh Syafa`atrrahman), PB HMI (Arya Kharisme Ardy), PB HMI MPO (Affadi Ismail), PP Pemuda Persis (H.Eka Permana Habibillah), PP HIMMA MA (Syahrial), Pemuda DMI (Arif Rosyid Hasan), PP GPII (Masri Ikoni), DPP BM Al-Ittihadiyah (M.Ahbab Hasbi)  dan DPP IMM (Najib Praseto) menyatakan dengan ini:

1. Kami segenap organisasi pemuda Islam mendorong peran aktif pemuda dalam agenda pemulihan ekonomi.

2. Kami segenap organisasi pemuda Islam berkomitmen untuk berpartisipasi dalam sektor ekonomi guna membangkitkan ekonomi kemandirian umat.

3. Kami segenap organisasi pemuda Islam akan terlibat aktif dalam semua sektor untuk membawa Indonesia keluar dari krisis akibat Pandemi Covid-19.

4. Kami segenap organisasi pemuda Islam akan membangun Koperasi Pemuda Islam (KOPI) untuk menyatukan kekuatan dalam rangka membangkitkan ekonomi.

Pimpinan Organisasi Pemuda Islam terseut, kemarin menggelar sarasehan di aula Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sakaligus  peluncuran Koperasi Organisasi Pemuda Islam (KOPI). Mereka menetapkan Ketua KOPI adalah Husin Tarik Makrup Nasution, Ketua Umum PB Pelajar Islam Indonesia (PII).(poskota.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *