Genangan air di 3 titik di jalan Raya Rajeg – Kukun(Lampu Merah Rusak) di keluhkan warga

Rajeg – Kab Tangerang , Beritatanahair.com

Warga se kecamatan Rajeg mengeluhkan air yang selalu tergenang di ruas jalan raya Rajeg -Kukun tepatnya di 3 titik Kondisi ini sudah berlangsung lama. Genangan air bak kolam ikan itu sangat mengganggu pengguna jalan, mengingat jalan tersebut padat kendaraan. Inisiatif pemilik toko pernah menimbun pasir kerikil di genangan air, tapi genangan air tidak hilang ,genangan air berwarna hitam dan berbau tidak sedap.

Genangan Air dijalan raya Rajeg – Kukun tepatnya di 3 titik kerap kali menjadi keluhan warga pengguna jalan. Pasalnya Genangan air dijalan menjadi kerap kali menjadi Pemicu kemacetan dan rawan kecelakaan.sedangkan pemicu tergenang nya air dikarenakan saluran air nya tidak terurus.

Kondisi gorong-gorong yang tersumbat menyebabkan genangan meluber ke jalan raya. Selain mengganggu warga yang melintas, percikan dari dari kendaraan yang melintas menjadi keluhan warga ketika melewati genangan ini.

Keterangan : Foto ini langsung diambil Masyarakat Rajeg yang di kirimkan Ke Meja Redaksi Pada Rabu Sore 2 September 2020. Lokasi Genangan Air di Kampung Rajeg Pasar dekat Masjid Alfalahiyah Desa Rajeg.(Beritatanahair.com)

Seorang warga bernama Andre mengatakan, jika saat hujan turun maka air terus bertambah namun, bukannya mengalirke gorong-gorong melainkan ke badan jalan. “Airnya ini biar habis hujan, airnya pun masih tetap ada, masih tetap tergenang berhari-hari. Mungkin karena air ini tidak ada saluran yang mengarahkan ke drainase yang juga dangkal,” ungkap Andre, Rabu sore (2/9).

adapun ketiga titik tersebut :

1.pertigaan arah priuk

2.Kp.seglog depan ternak ayam

3.Kp Rajeg pasar dekat mesjid

Genangan air di pertigaan Priuk Rajeg sudah lama terjadi , genangan air tersebut seharusnya segera di Carikan solusi ,karena berdampak kemacetan dan rawan kecelakaan bagi pengguna jalan.Genangan air di ketiga titik itu sudah lama tidak diperbaiki.pemerintah desa maupun kecamatan sepertinya enggan untuk menganggarkan anggaran untuk perbaikan saluran air tersebut.apalagi untuk mencari solusi.

Marsan salah satu warga pengguna jalan mengatakan, Penyebab banjir atau adanya genangan air tersebut di duga pada saat pembangunan saluran air tidak memperhatikan Medan lingkungan.apalagi disaat pekerjaan pemasangan udit nya terkesan asal asalan.tanpa memperhatikan dampak nya.

Wawan warga Rajeg yang tinggal di Rajeg Asri mengomentari “Padahal jalan ini akses antar kecamatan, ironisnya lokasi banjir disamping kantor kecamatan Rajeg, harusnya ada inisiatif upaya untuk membenahi.Apalagi jalan Raya Rajeg – kukun adalah akses vital menuju pusat pemerintahan kecamatan.

Melihat kondisi genangan di jalan ini, wawan berharap kepada pemerintah Kab Tangerang untuk segera memperbaiki kondisi gorong-gorong yang tersumbat sehingga dapat berfungsi normal mengalirkan air got.

“Ya harapan saya sih semoga genangan air di jalan ini diperhatikan, biar pengguna jalan dan warga yang melintas tidak terganggu dengan adanya air yang berbau tidak sedap ini,Tak hanya jalan, bak sampah yang selalu penuh pun menjadi pusat perhatian warga, terlebih genangan air got dan berbau tak sedap, sehingga air menjadi hitam dan menimbulkan bau menyengat apabila terlambat diambil oleh petugas.Semoga saja dengan perhatian warga ini, ada respon dari Pemkab Tangerang utamanya bapak bupati Ahmed Zaki Iskandar,B.Bus untuk segera menanganinya” ujarnya.

Sementara itu Khaerudin Kepala seksi Ekonomi dan pembangunan Kecamatan Rajeg menjelaskan, terkait genangan air di pertigaan Priuk jalan Rajeg -Kukun, pihak nya sudah mengajukan ke pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang untuk dilakukan perbaikan.

“Ya kang , kami bukan diam dengan persoalan itu, dan kami sudah ajukan ke pemerintah Kabupaten Tangerang, karna saluran air itu berada di kewenangan Kabupaten Tangerang, adapun untuk jalan nya masuk kewenangan provinsi Banten,”Kata khaerudin kepada awak media beritatanahair.com pada saat dikonfirmasi, rabu(2/9/2020).

Khaer menjelaskan, sebelumnya pemerintah bersama masyarakat sudah melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran air yang tersumbat , namun saat ini saluran tersebut tersumbat kembali.

“Kita pernah lakukan gotong royong mengangkat sampah-sampah yang menyumbat di saluran air tersebut, tapi itu tidak bertahan lama ,makanya sekarang kembali lagi penyumbatan, mau bagaimana lagi selanjutnya berada di kewenangan Kabupaten,”Tambahnya

(Nean/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *