HUT KE-388 KAB TANGERANG ZIARAH KEMAKAM RADEN ARIA WANGSAKARA

Kab Tangerang III Beritatanahair.com

Tanggal 13 oktober 2020 Kabuoaten Tangerang merayakan hari jadi nya yang ke- 388.banyak masyarakat yang belum tau sejarah dan cerita tentang kabupaten Tangerang.

Dinas sosial melalui kabid dan kasi kepahlawanan melakukan ziarah kemakam raden aria wangsakara pada hari rabu 14 oktober 2020 di Taman Makam Pahlawan yang berlokasi di kp lengkong kyai desa lengkong kulon kecamatan pagedangan. sebagai bukti untuk mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan Tangerang sampai seperti sekarang ini.

Dalam cerita Rakyat dan hasil dari temuan Dinas sosial mencari di manakah makan Raden Aria Wangsakara. Menurut sejarah dan menurut hasil check end ricek ada keturunan dua tokoh besar, yaitu Sulthan Abul Mafakhir (Sultan Banten keempat ) dan Pangeran Arya Wangsakara (Penguasa Tangerang 1663 di bawah Kesulthanan Banten bergelar Arya Tangerang).

Banyak orang mengenal keturunannya yaitu Gubernur Wahidin Halim sebagai birokrat yang handal, meniti karir menjadi Walikota Tangerang. Dan Wahidin Halim  sekarang telah ditetapkan KPUD Banten sebagai Gubernur Banten terpilih periode 2017-2022 berpasangan bersama Andhika Hazrumi putra Mantan Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiah.

Tapi banyak yang tidak kita ketahui bahwa Raden Aria Wangsakara, dibalik yang disebutkan di atas ternyata keturunan dari  Kesultanan Banten. Silsilah Gubernur Wahudin Halim dari garis ibu yang menjadi keturunan Raden Aria Wangsakara, adalah pertemuan dua tokoh besar yaitu Sulthan Abul Mafakhir (Sultan Banten keempat ) dan Pangeran Arya Wangsakara (Penguasa Tangerang 1663 di bawah Kesulthanan Banten bergelar Arya Tangerang). Makom arya wangsakara di lengkong kyai desa lengkong kulon kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang.
Kasi kepahlawanan ust H abuani SAg saat di sambangi awak media beritatanahair.com di lokasi ziarah memaparkan.

Pangeran Arya Wangsakara sebelum menjadi penguasa Tangerang pada zaman Sultan Agung Tirtayasa, sebelumnya adalah tangan kanan Sultan Abul Mafakhir di Kesultanan Banten.

“Berbagai masalah kesultanan selalu dibicarakan terlebih dahulu dengan Wangsakara. Bahkan wangsakaralah yang dijadikan pemimpin duta Banten ke Makkah untuk menjemput piagam pengangkatan sultan Banten dari khalifah utsmaniyah Turki. Dalam rombongan, ikut serta pula putra mahkota Pangeran Abul Ma’ali Ahmad.

Dan Pangeran Wangsakara dinikahkan dengan cucu sultan Abul Mafakhir yang bernama Ratu Zakiyah binti Ratu Salamah. Dari pernikahan ini mempunyai anak Ratu Ratnasih. Ratu Ratnasih atau Raden Wiratnasih atau Raden Ratna Sukaesih ini. Kemudian menurunkan sosok Gubernur Banten yaitu Wahidin Halim.

“Jadi Wahidin Halim adalah dzuriyat dari Sulthan Abul Mafakhir Banten dan Pangeran Arya Wangsakara Tangerang. Pangeran Wangsakara meninggal di usia senja dalam pertempuran sengit antara pasukan Sultan Tirtayasa dan VOC di Ciledug Tangerang.

Selain dengan cucu Sultan Abul Mafakhir, Wangsakara juga mempunyai dua isteri lainnya yaitu Nyaimas Nurmala putri Adipati Karawang mempunyai anak Raden Yudanagara dan Raden Raksanagara. Isteri yang lain adalah putri dari Tubagus Idham yang bernama Ratu Maimunah mempunyai anak Raden Wiranegara atau disebut Syekh Ciliwulung kresek.papar abuani

Abuani juga menambahkan Kami bersama rombongan dari dinas sosial kemenag juga dari disbudpar melakukan ziarah ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan tangerang sampai saat ini.

(Nean)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *