Tajuk Rencana : Hasil Undang-undang (UU) nya adalah kembali modal plus keuntungan

Beritatanahair.com

KETERANGAN GAMBAR : RUANGAN RAPAT PARIPURNA DI PARLEMEN NEGARA BAGIAN CALIFORNIA ,USA.

Produk Undang-undang (UU) di Tanahair kita Indonesia memang akan selalu bermasalah seperti UU Cipta kerja yang menunjukkan mosi tidak percaya dari sebagian anak bangsa , Sebab motivasi politiknya kental dengan mengejar keuntungan ekonomi , berbanding terbalik di negara demokrasi maju lainnya ,motivasi politiknya sangatlah patriotis yakni membangun kebanggaan terhadap jati diri dan bangsa. ⁣

Contohnya adalah Amerika Serikat. Mungkin bukan contoh yang baik tetapi dinamika legislasinya memberikan warna yang berbeda soal demokrasi. ⁣ ⁣Anggota DPR tidak mendapat gaji atau digaji kecil. Sebab menurut mereka, pembuatan UU adalah pengabdian untuk bangsa dan negara.Lebih halusnya lagi sesuai syair lagu padamu negeri yang kita nyanyikan sejak kita di bangku Sekolah Dasar.

Di Nevada bagian negara Amerika Serikat gaji hanya dihitung saat anggota DPRD mulai berkumpul utuk proses legislasi selama tiga bulan. Itu pun nilainya kecil sekali. Di luar itu(biaya lain-lain) mereka anggota DPRD tanggung sendiri. ⁣

Konsekuensinya, politik memang tidak menarik. Anggota DPRD biasa diisi oleh orang-orang yang sudah lanjut usia. Mereka adalah pensiunan atau orang kaya, benar-benar pengabdian bagimu negeri tujuan sematanya.

Anak muda yang terlibat dalam politik mesti bekerja ekstra keras. Di New Hamsphire, anak muda yang duduk di parlemen, juga bekerja sebagai pelayan restoran di akhir pekan. ⁣Proses legislasinya pun didukung infrastruktur dalam kantor DPRD tidak seperti di negara kita rapat Anggota DPRD beberapa dekade terakhir suka rapat di Hotel berbintang ,Gedung DPRD hampir semuanya dilengkapi dengan perpustakaan dan dokumentasi historis yang lengkap. ⁣

Di Iowa, koleksi bukunya sudah dari sejak abad ke-19 dimana ruang perpustakaan melebihi ruang pertemuan DPRD.⁣
⁣“bagaimana kita menyusun UU kalau tidak membaca, ” kata beberapa anggota DPRD dinegara bagian itu.

Gedung DPRD umumnya menjadi objek wisata yang menarik karena karya seniman kota, foto dan dokumentasi sejarah dipajang rapi di kantor DPRD setempat.

Sementara itu, pencalonan pemimpin daerah tidak ditentukan oleh partai politik saja, tetapi didahului sistem voting oleh masyarakat yang kemudian pemenang otomatis dipinang oleh partai politik, jadi wakikota-Gubernur tidak ada lawan kotak kosong seperti yang sering kita jumpai di beberapa kabupaten/kota disaat pilkada berlangsung ,rakyat Padamu negeri di suguhin memilih kotak kosong???

Pembiayaan politik umumnya melalui penggalangan dana publik. Karena politik dianggap suci, orang Amerika relatif mudah berdonasi untuk urusan politik. Di Indonesia semuanya terbalik. Siapa yang punya uang, dia potensial punya posisi politik. Politisi mesti punya uang beli partai politik, kampanye uang sendiri, dan bahkan siap-siap diperas masyarakat. ⁣

(Gregorius A/Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *