Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) duduk di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat


Jakarta , Beritatanahair.com

Setelah aksi blusukan Menteri Sosial blusukan menemui tunawisma di beberapa ruas jalan di Jakarta, kini beberapa tunawisma mulai marak terlihat di Jalanan Ibu Kota.

Pantauan Wartakotalive.com seperti di jalan Salemba hingga jalan Kramat Raya, Senen Jakarta Pusat, disana terlihat beberapa gerobak berhenti di pinggir jalan, ada pula tunawisma yang hanya duduk sambil membawa karung.

Meski tidak bergerombol para tunawisma ini, dapat ditemukan di ruas jalan itu, bahkan ada beberapa yang membawa gerobak dengan muatan kardus-kardus di dalam gerobak itu.

Tak hanya di ruas jalan Kramat Raya dan Salemba, para tunawisma juga terlihat di sekitar Gereja Katedral, Sawah Besar. Ada sekitar lima orang tunawisma yang duduk di trotoar, ada beberapa dari mereka juga membawa gerobak.

Menyikapi hal ini, Kepala Sudin Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Parangin-angin tak menampik jika fenomena tunawisma di Jakarta Pusat mulai marak beberapa akhir minggu ini. “Kita tidak tahu ada apa ini, tiba-tiba banyak kan. Jadi tanda tanya juga. Jadi pertanyaan juga,” kata Ngapuli Parangin-angin, Rabu (6/1/2021).

Ngapuli tidak bisa menjudge bahwa maraknya fenomena tunawisma, akhir-akhir ini dampak dari blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Apalagi dalam blusukan itu Risma menjanjikan tempat penampungan bagi para tunawisma.

“Ini agak curiga apakah informasi seperti itu orang yang dari luar Jakarta pada datang ke Jakarta sama kayak Lebaran,” katanya. Meski begitu, Sudin Sosial Jakarta Pusat saat inu tengah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penyisiran wilayah secara rutin, bahkan tadi malam pihaknya juga melakukan penjangkauan terhadap 29 Tunawisma.

Ngapuli, tidak dapat memastikan apakah para Tunawisma ini datang dari luar Jakarta ataupun telah dikoordinir oleh oknum. Saat ini pihaknya masih melakukan assesment kepada para Tunawisma yang sempat dijangkau tadi malam. “Saya ngak berani ngomong sebelum lakukan assesment. Karena kita masih telusuri nanti hasil assesmentnya pasti ke baca, kenapa mereka dan ada apa. Saat ini belum bisa simpulkan,” ucapnya.

Sebanyak 29 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dijangkau oleh Satpol PP Jakarta Pusat saat menggelar patroli pengawasan.

Kepala Seksi Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Jakarta Pusat, Gatra Pratama Putra mengatakan jika kegiatan itu merupakan kegiatan rutin Satpol PP Jakarta Pusat dalam pengendalian pencegahan Covid-19.

“Jadi patroli penjangkauan PMKS dan pengawasan tentang pelaksanaan pengendalian kegiatan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 pada masa PSBB transisi di wilayah kota administrasi Jakarta Pusat,” kata Gatra, Rabu (6/1/2021).

Dikatakan Gatra, adapun wilyah yang menjadi sasaran penjangkauan PMKS ini merupakan lokasi yang biasa ditempati para PMKS ketika malam hari. Diantaranya jalanHOS Cokroaminoto (Flyover Menteng), Jalan. Cianjur, Menteng, Taman Latuharhari, Menteng, jalan MH.Thamrin, Kolong Flyover Bundaran Semanggi, dan beberapa titik lainnya.

“Kita kerahkan 50 personel terdiri dari unit Satpol PP Provinsi 10 Pers, Unit Satpol PP Kota Jakpus 30 Pers dan P3S Suku Dinas Sosial Jakpus 10 Pers,” katanya.

Sementara dari hasil penjangkauan, Gatra menyebut ada sebanyak 29 PMKS yang diamankan dan dibawa ke GOR Benhil untuk di data oleh Sudin Sosial Jakarta Pusat. “Ada 29 orang PMKS yang berhasil dijangkau. Terdiri dari Laki-laki 24 orang, perempuan 5 orang, lalu mereka diserahkan untuk didata di GOR Benhil kepada petugas sudin sosial jakarta pusat,” ucapnya

Wartakotalive.com )





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *