Non Defenitif 220 Kepala Sekolah SDN Dan 23 Kepala Sekolah SMPN Di Kabupaten Tangerang di Isi PLT (Pelaksana Tugas)

Kab Tangerang , Beritatanahair.com

Sejumlah 220 Kepala Sekolah SDN Dan 23 Kepala Sekolah SMPN Di Kabupaten Tangerang di Isi PLT (Pelaksana Tugas) Non Defenitif ,Rencana pengangkatan Kasek definitif tahun 2020 gagal. Penyebabnya, anggaran yang disiapkan dipangkas untuk percepatan penanganan Covid-19. ” terang Kadis Pendidikan Kab Tangerang SAIPULLAH kepada Beritatanahair.com pada 23 Desember 2020 yang lampau.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Saipullah mengatakan, 220 sekolah SDN yang tidak memiliki kepala definitif itu dan 23 sekolah tingkat SMPN , Kasek definitif yang menjabat sebelumnya masuk masa pensiun dan ada pula yang meninggal dunia.

Keterangan Gambar : Saipullah kepala Dinas Kabupaten Tangerang.(Foto : Ronald/Beritatanahair.com)

Pemerintah Kab Tangerang memanfaatkan Kepala Sekolah definitif yang jarak tugasnya berdekatan. Seluruh kebijakan sekolah seperti penandatanganan ijazah dan Spj BOS dikerjakan Plt. ”Karena banyak yang kosong, sementara merangkap dulu,” kata mantan Camat Kelapa dua ini.

Banyaknya pelaksana tugas Kepala sekolah di Kabupaten Tangerang yang mencapai Ratusan Sekolah Negeri ,membuat Ketua YPLP PGRI Provinsi Banten Kosrudin,S.Pd mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Harus melaksanakan tugasnya untuk diklat kepala sekolah yang sudah lulus cakep pada Tahun 2020 secara bertahap .

“Tugasnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Untuk mendorong anggaran Diklat pelatihan kepala sekolah setelah diklat dilantik oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar,B.Bus , ” papar Kosrudin kepada beritatanahair.com pada Senin (11/1/2020).

“Kepala sekolah merupakan pimpinan sebuah lembaga pendidikan formal yang hendaknya memiliki lima kompetensi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial,” tambah Kosrudin.


“Kepala sekolah memiliki posisi strategis yang sangat penting dalam paradigma peningkatan kualitas pendidikan terutama berkaitandengan upaya mengembangan sekolah walaupun di tengah pandemi, bagaimana fokus kalau seorang kepala sekolah memimpin 2 sekolah Negeri,” tutup Kosrudin.

(Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *