Pemkot Tangerang Gelar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali 11-25 Januari 2021

Kota Tangerang , Beritatanahair.com

Dalam rangka mendukung program pemerintah pusat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali 11-25 Januari 2021, jajaran Pemkot Tangerang turut menggelar operasi aman bersama. PPKM Jawa Bali, menjadi tanggungjawab semua pihak. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang senantiasa meningkatkan intensitas pengawasan.

Sigap, Pemkot Tangerang telah mengerahkan seluruh pegawai dari berbagai OPD, untuk melakukan Operasi Aman Bersama. Diantaranya, mensosialisasikan PPKM, menegur mereka yang lalai, mengecek tingkat kepatuhan seluruh elemen dalam aturan PPKM juga sanksi sosial.

Kepala Satpol PP, Kota Tangerang, Agus Hendra Fitrahyana, mengungkapkan, untuk menyukseskan PPKM, Satpol PP terus meningkatkan intensitas pengawasan dan penegakan. Terlebih dalam berbagai aturan PPKM, salah satunya pemberlakuan jam operasional.

“Menggunakan masker, kian hari kian menjadi budaya bagi masyarakat. Namun, pemberlakuan jam operasional inilah yang masih harus diperkuat komitmennya, dari berbagai pihak. Makanya, pendekatan dan komunikasi menjadi cara jitu kami menegakkan aturan ini kepada mereka pelaku usaha,” ungkap Agus, Jumat (22/01/21).

Sementara itu, menanggapi pemberitaan seputar Pasar Malabar, Cibodas, yang terlihat tidak mematuhi PPKM, dengan masih berdagang hingga larut malam. Agus mengatakan, telah menerima dan merespon adanya laporan tersebut.

“Kami bersama kecamatan dan kelurahan telah kembali melakukan pendekatan secara langsung. Berkomunikasi dan mensosialisasikan PPKM kepada seluruh pedagang. Satpol PP juga akan meningkatkan operasi penegakan dan wawaran setiap malam. Serta menempatkan personil khusus di area pasar,” papar Agus.

Sementara itu, Camat Cibodas, Mahdiar, mengatakan, pembinaan pedagang Pasar Malabar telah ia tingkatkan. “Sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat sekitar telah dilaksanakan, namun jika masih ada pelanggaran maka kami akan lakukan pembinaan kembali bersama dengan Pengurus Kampung SiGacor setempat (RT/RW),” tegas Mahdiar.

Lanjutnya, kecamatan dan kelurahan juga telah berkoordinasi dengan pihak PT PCN, sebagai pengelola pasar bersih Malabar. “Pandemi menjadi tanggungjawab semua pihak, tidak hanya pemerintah atau masyarakat semata. Oleh karena itu, kami berharap kerjasama semua pihak untuk menyelesaikan pandemi kian diperkuat. Sehingga Indonesia cepat pulih, Kota Tangerang sehat, masyarakat kembali beraktivitas normal,” katanya.

bta_001

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *