Masa Pandemic Covid-19, System Pembelajaran Gunakan Dalam Jaringan (Daring)

Tangerang , Beritatanahair.com

Penulis : May Christinalawati Hutabarat Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Pasca Sarjana UHAMKA

Proses pembelajaran di masa Pademic ini membuat segala sesuatunya mengalami suatu perubahan baru atau suatu kebiasaan baru. Baik secara kehidupan sosial, proses pembelajaran di dunia pendidikan dan aspek lainnya. Adaptasi kebiasaan baru dialami dan dirasakan oleh semua unsur, Khusus didalam dunia pendidikan, perlu sekali semua guru dan semua  aspek aspek yang terlibat dalam pendidikan melakukan inovasi pembelajaran.

Pembelajaran yang dapat dilakukan pada masa pandemic covid-19  ini awalnya dirasa kanget oleh sebagian guru yang kurang kreatif dan mahir menggunakan kemajuan teknologi, karena dalam pembelajaran di masa masa covid 19 ini lebih banyak menggunakan  pembelajaran melalui  dalam jaring ( Daring ), dimana guru dan murid hanya bertemu melalui alat teknologi imformasi. didalam  kegiatan tersebut merupakan sebuah pengalaman dan pembelajaran baru yang akan dilakukan, Baik untuk guru maupun siswa. Selain guru dan siswa yang melakukan proses pembelajaran, orang tua pun ikut serta melakukan pendampingan di dalam proses pembelajaran tersebut. Bentuk kerjasama dan kesepakatan wali murid dengan guru sangat membantu proses pembelajaran siswa di masa pandemic ini.

Fakta

Namun pada kenyataannya tidak semua para pelaku pendidikan yang terkait didalam unsur  pendidikan khususnya bapak dan ibu guru mampu menggunakan aspek pembelajaran dalam jaringan. Hal tersebut menjadikan suatu kendala dalam proses pembelajaran. Beberapa faktor juga yang menjadikan hambatan dalam menggunakan pembelajaran dalam jaringan diantaranya yakni : Handphone yang kurang mendukung yakni orang tua yang tidak memiliki handphone android ataupun orang tua yang hanya memiliki handphone android berjumlah satu buah handphone namun digunakan orang tua untuk bekerja serta harus berbagi juga penggunaan handphonenya dengan saudara saudara yang lain ketika melakukan pembelajaran dalam jaringan, kemampuan orang tua yang perekonominya menengah ke bawah yang sulit sekali untuk  memfasilitasi paket Internet dalam pembelajaran , kurangnya sinyal yang kuat dalam jaringan Internet tersebut, orang tua yang masih belum paham tentang penggunaan handphone android dikarenakan pengetahuan kurang dalam kemajuan teknologi, maupun guru yang belum menguasai kemajuan teknologi atau guru yang belum mampu dalam menyajikan materi yang kreatif dan inovatif dalam menggunakan Teknologi Imformasi. 

Kemungkinan memang banyak yang benar benar harus perlu persiapan yang matang dalam mengkomunikasikan kebiasaan baru. Kebiasaan baru dalam proses pembelajaran di masa pandemic tentunya memang membutuhkan perhitungan yang tepat.  Hal hal apa saja yang menjadikan faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan pembelajaran perlu sekali di komunikasi dan  di persiapan yang matang oleh guru dan pihak sekolah. Kegiatan mengkomunikasikan tersebut adalah langkah awal yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebagai tahap pengenalan adaptasi baru yang akan dilakukan saat pembnelajaran nantinya, baru setelah pihak sekolah yang terkait mensosialisasikan kepada orang tua wali murid. Kita dapat mengkomunikasikannya tahapan tahapan selanjutnya dalam pembelajaran dengan  komunikasi yang mudah yakni tatap muka tapi dengan mengikuti protocol kesehatan yang pemerintah telah arahkan. Sehingga komunikasi tersebut dapat berjalan efektif serta menghasilkan hasil yang terbaik dalam proses pelaksanaan pembelajaran nantinya.

Pilihan

Alternative pemilihan metode  mengajar dalam jaring pun sangatlah bervariatif, guru bisa menggunakan aspek komunikasi sosial  teknologi dalam  pembelajaran yang begitu banyak pilihan. Semiotika teknologi yang biasa dipakai dalam proses pembelajaran  masa pandemic ini diantaranya  dapat dilakukan  melalui google meet, google class room, zoom meeting, telegram, whatsapp, dan lain sebagainya.

Dari semua pilihan alternative pembelajaran yang menggunakan dalam jaringan. Kami para dewan guru dan orang sepakati pembelajaran dilakukan menggunakan aplikasi whatsapp. Dalam aplikasi ini orang tua siswa yang memiliki handphone satu  bisa menyampaikan kepada anak ketika pulang kerja, tugas bisa dikumpulkan dengan waktu yang disepakati, kendala yang lainnya seperti tidak memiliki handphone dapat berbagi dengan teman yang rumahnya berdekatan , sedangkan kendala tidak memiliki paket kuota Internet dapat didaftarkan dalam dapodik sekolah sehingga mendapatkan bantuan Internet dari pemerintah ,melalui kementrian pendidikan, lalu ketika Orang tua yang belum menguasai kemajuan teknologi dapat saling belajar bersama dengan orang tua terdekat yang sudah lebih mengetahui tentang aplikasi whatsapp, kendala yang terakhir yakni tentang guru yang belum menguasai teknologi  akan diberikan arahan dan bantuan dalam membuat materi pembelajarannya melalui kelompok kerja guru .

Proses

Dengan pemilihan pembelajaran melalui whatsapp yang telah disepakati bersama, maka kegiatan proses pembelajaran dapat segera dimulai. Aspekpembelajaran komunikasi sosial dengan menggunakan teknologi whatsappakan terlebih dahulu di paparkan atau dijelaskan oleh guru kepada wali murid. Bagaimana penggunaan fitur yang ada dalam aplikasi ini dapat  digunakan secara maksimal di dalam pembelajaran.

Proses pembelajaranyang akan dipaparkan dalam pengenalan aplikasi whatsapp ini yang pertama kali di berikan contoh dalam pemamparannya yakni pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembahasan materi yang akan dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia ini adalah materi siswa kelas 6, pada pembahasan materi kompetensi dasar yang pilih salah satunya  kompetensi dasar 3.3 yang isi materinya  yakni menggali isi teks pidato yang didengar dan dibaca.

Dalam pemahaman pembelajaran Kompetensi dasar 3.3 ini jelas sekali memerlukan bantuan dari berbagai fitur yang ada dalam aplikasi whatsapp. Apa lagi proses pembelajaranada dalam kondisi pandemic ini,  dimana siswa dan guru tidak dapat bertatap muka. Dan komunikasi pembelajaran antara guru dan siswa nanti sangat memerlukanaplikasi whatsapp sebagai alat tersampaikannya materi dan terlihatnya proses pembelajaran.

Bagian

Dalam aplikasi whatsapp terdapat beberapa bagian  fitur-fitur yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, fitur yang dapat dilihat pertama adalah fitur pencari yang fungsinya untuk mencari grup dalam whatsapp ataupun nama orang yang tersimpan di dalam handphone yang memiliki aplikasi whatsapp,sehingga memudahkan kita untuk mencari seseorang ketika ingin menyampaikan informasi ataupun pesan.Kemudianfitur keypad digunakan untuk pengetikan  pesan ataupun informasi, dilanjutkan fitur kamera yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan gambar maupun tugas tugas siswa, ada lagi fitur emoji digunakan untuk menyampaikan suatu perasaan yang dirasakan atau pun hal yang ingin disampaikan melalui tanda, fitur voicenote dapat digunakan siswa untuk merekam suara atau saat ingin mengirimkan pesan melalui suara , sehingga tugas dapat  di sampaikan melalui fitur voicenote ini. 

Dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia khusus pada kompetensi dasar 3.3 .siswa yang memiliki  handphone android pertama diminta untuk menginstall aplikasi whatsapp, selanjutnya guru memasukan nomor nomor seluruh  siswa kedalam grup whatsapp kelas 6, sehingga komunikasi proses pembelajaran dapat dikomunikasikan dalam grup tersebut termasuk saat penjelasan materi mapun tugas tugas  dan lain sebagainya.

Kegunaan grup whatsapp bukan hanya membantu siswa dan guru namun juga sangat membantu  wali murid untuk mendampingi dan memantau proses pembelajaran anak-anak nya belajar dirumah, dan terutama komunikasi  guru dalam mengkomunikasikan materi yang akan di sampaikan dan pelajari . sehingga bukan hanya komunikasi guru dengan siswa, tapi juga komunikasi guru dengan orang tua terus dapat terbina dan terjaga silaturahminya dalam membimbing anak anak menjadi lebih baik.

Pembelajaran Bahasa Indonesia KD 3.3 , siswa diminta untuk membuat teks pidato terlebih dahulu. teks pidatonya sudah ada batasannya yakni teks pidato perpisahan,teks yang sudah dibuat siswa melalui tulisan dibuku dapat difoto langsung oleh  siswa menggunakan kamera grup whatsapp dan dikirim ke grup atau juga dapat diketik langsung melalui keypad yang ada dalam grup chat whatsapp .

Pilihan pengiriman tugas di mudahkan disesuaikan dengan keinginan siswa mengirimkan tugasnya. Selanjutnya salah satu siswa yang  mewakili setiap kelompoknya ditunjuk oleh guru untuk mewakili kelompoknya, diminta  untuk mengirimkan video pidato nya sesuai dengan teks yang sudah dikirimkan. Video tersebut dapat dikirim melalui bagian fitur rekaman video yang ada dalam whatsapp lalu diunggah dan di kirim juga ke grup Whatsapp. Selanjutnya kelompok yang lainnya mendengarkan isi pidato yang dibacakan dari masing masing perwakilan setiap kelompok, lalu memberikan komentar yang memotivasi teman kelompok lainnya, melalui kalimat dalam pengetikan keypad ataupun menyampaikan perasaannya melalui fitur emoji yang tersedia dalam aplikasi whatsapp. Apabila ada siswa yang tidak mengunggahnya melalui video ia bisa membacakan pidatonya melalui voice note dan mengirimkannya ke grup whatsapp.

Fitur fitur dalam aplikasi grup whatsapps memang sangat membantu sekali siswa dan guru melakukan proses pembelajaran. Setelah pelaksanaan pembelajaran yang dicontohkan telah dijelaskan guru. Semua aspek yang terlibat dalam membantu pembelajaran dalam jaringan ini tentu nantinya akan lebih mudah dan santai melakukan proses pembelajaran berikutnya.

Tantangan

Menghadapi suatu adaptasi kebiasaan baru yang merupahkan hal yang benar benar perlu dipelajari oleh semua aspek dalam bagian Negara ini, terutama dalam hal ini adalah aspek dunia pendidikan. Banyak sekali tantangan yang menjadikan semua guru terus belajar dan menggali kemampuan dirinya. Tidak semua mau dan mampu menghadapi tantangan ini dengan rasa ingin belajar menggali bakatnya dan mengasah kemampuannya. Hal tersebutlah yang perlu sekali menjadikan suatu pembelajaran buat kita para guru untuk terus berkompetensi.

Aplikasi whatsapp merupahkan bagian dari berbagai macam aplikasi pembelajaran dalam jaringan. Aplikasi whatsapp ini mudah dan lebih sederhana dalam pengunaannya. Namun tetap ada berbagai hal yang menjadikan tantang kita agar proses pembelajaran ini tidak kaku dan monoton dalam prosesnya. Perlu sekali kreatifitas dan kemampuan guru menggali semua materi pembelajaran menjadi suatu makna, dan proses pembelajaran menjadi menarik serta semua siswa dapat tertarik dalam melakukan pembelajaran di dalam jaringan ini.

Catatan

Dengan melihat penjelasan  proses pembelajaran bahasa Indonesia melalui alat pembelajaran dalam jaringan teknologi whatsapp, hal ini dapat kita yakini tidak ada satupun hal yang sulit apabila kita dapat melakukannya dengan komunikasi terlebih dahulu, semua bagian dalam pemangku pendidikan pasti bisa melakukan hal yang terbaik dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Hal-hal yang menjadi kebiasaan baru didalam pembelajaran dapat dilakukan dengan sangat baik dan inovatif apabila melakukan pembiasaan dan pembelajaran dengan keinginan yang terbaik. Kegiatan akan menjadi lebih baik apabila kegiatan pembelajaran terus ditingkatkan dan menjadi pembiasaan yang terus dilakukan secara terus menerus.

Karena proseslah yang akan melihat hasilnya. Pembelajaran mengunakan alat pembelajaran dalam jaringan sangatlah  membantu sekali guru, siswa dan wali murid melakukan komunikasi dan pembelajaran yang berkualitas baik, khususnya  pada masa pandemic covid-19 ini. 

editor : Ronald Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *