Pemdes Suka Makmur Klarifikasi Terkait Pemberitaan dari salah satu Media On Line Bogor

Ciomas – Kab Bogor , Beritatanahair.com

Dengan beredarnya Pemberitaan di salah satu media on line di Bogor terkait adanya pungutan dalam Program Pendaftaran Tanah Sistem Sistematis lengkap (PTSL) di Desa Suka Makmur Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor yang menghebohkan para kepala desa di kab Bogor.

Dengan beredarnya pemberitaan di salah satu media on line ketika perihal berita tersebut , awak Media beritatanah.com langsung komfirmasi ke bu kades SRI WIDYARTI di kantornya , pada jum’at (19/2/202).

Kades Suka Makmur Sri Widyati menjelaskan di hadapan beberapa rekan jurnalis , bahwa tidak ada pungutan yang di lakukan pemerintah desa SUKA MAKMUR , kecuali sesuai ketentuan SKB 3 MENTERI sebesar 150 ribu rupiah perbidang, dengan adanya pemberitaan bahwa pemdes suka makmur memungut dengan angka yang lebih itu tidak benar.

Keterangan Gambar : Sri Widiyarti Kepala Desa Suka Makmur Kecamatan Ciomas Kab Bogor menjelaskan di hadapan beberapa rekan jurnalis , bahwa tidak ada pungutan yang di lakukan pemerintah desa SUKA MAKMUR , kecuali sesuai ketentuan SKB 3 MENTERI sebesar 150 ribu rupiah perbidang, dengan adanya pemberitaan bahwa pemdes suka makmur memungut dengan angka yang lebih itu tidak benar.(Foto : Indra Sakti Wartawan Beritatanahair.com)

“Ketentuan besar biaya tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga mentri yang meliputi Menteri Agraria,Menteri dalam negeri dan Menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi,nomor:25/SKB/V/2017,nomor:590-3167A,nomor:34 tahun 2017 tanggal 22 Mei 2017 tentang pembiyaan persiapan pendaptaran tanah sistematis,yakni wilayah Jawa dan Bali biaya yang ditanggung masyarakat Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah),” ucap Sri Widiyarti.

Menurut ibu kades Sri Widiyartitelah terjadi mis komunikasi saat di lakukan komfirmasi oleh salah satu wartawan media on line tersebut, bahwa bila di lihat kebutuhan untuk pengukuran dan pemberkasan dirasa dana sebesar itu tidak mencukupi , maka ada wacana dengan rt dan rw serta pokja untuk tambahan operasional, inilah yg di salah artikan oleh salah satu wartawan on line tersebut ,” terang kades Suka Makmur ini.

Padahal ini baru wacana dan tidak ada pungutan yang di lakukan oleh pihak pemerintah Desa Suka Makmur kecuali sesuai ketentuan di atas , dan sementara kami masih tahap pengukuran belum masuk perberkasan , jadi tidak ada kutipan tambahan seperti yang di beritakan di salah satu media on line tersebut tegas bu kades di depan rekan -rekan wartawan mengakhiri konferensi persnya.

(indra sakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *