Abu Bakar Sidik Ra Sahabat Rasullulloh Shallallahu ‘alaihi wasallam Paling Utama

Beritatanahair.com

Penulis :Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh

Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat yang setia mendampinginya dalam memperjuangkan dakwah Islam. Di antara sahabatnya itu, ada sosok yang tampak begitu menonjol. Dia adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Nama aslinya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr Al-Qurasy at-Taimi. Abu Bakar Ash-Shiddiq lahir dari seorang ayah bernama  Usman ibnu Amir atau dikenal sebagai Abu Quhafa dan ibunya bernama Salma binti Shakhr.

“Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah SAW pada kakeknya yang ke-6, yaitu Murrah bin Ka’ab dan diberi gelar Abu Bakar dari kata Bikr yaitu dari unta yang masih berusia belia,” terang Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafizh, Ketua Yayasan Rumah Tajwid Indonesia saat mengisi kajian online yang diselenggarakan KIBAR bekerjasama dengan Yayasan Rumah Tajwid Indonesia dan MMI e.V. (Masyarakat Muslim Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya e.V.) pada Ahad, 22 Maret 2020 lalu.

Hartanto mengatakan, tidak mudah bisa menjadi pribadi seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Bagaimana tidak, Abu Bakar selalu berjuang dan membersamai Rasulullah SAW, terlebih ia sangat setia pada Rasulullah SAW. Bukan hanya itu saja, pengorbanan Abu Bakar untuk Islam pun luar biasa, ia memerdekakan budak-budak hingga akhirnya Abu Bakar bersedekah dengan seluruh kekayaan yang ia miliki.

“Bahkan Umar Bin Khattab yang semula ingin mengalahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam bersedekah ketika dia memberikan setengah hartanya, tapi ternyata Abu Bakar Ash-Shiddiq sudah lebih dulu menyedekahkan seluruh harta kekayaannya,” tutur ayah dua anak ini.

“Maka Abu Bakar Ash-Shiddiq ini adalah orang yang paling mulia setelah Rasulullah SAW. Dan kalau kita baca, banyak ayat yang memuji Abu Bakar Ash-Shiddiq,” sambungnya.

Abu Bakar muda, dikisahkan Hartanto, selain kaya harta juga punya pribadi yang unik. Sebelum masuk Islam, ia merupakan orang yang mulia di kalangan Quraisy. Abu Bakar Ash-Shiddiq menunjukkan hati yang bersih, bahkan disebutkan sebagai orang yang paling menjaga harga diri di masa jahiliyahnya.

Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak pernah minum khamr sebelum Islam. Dia mengharamkan dirinya untuk minum khamr sebelum masuk Islam,” pungkas pemilik akun Instagram @hartanto_saryono ini. 
Maka, Nabi Muhammad SAW mengatakan, orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik di masa jahiliyahnya dan juga di masa Islam ketika dia adalah orang yang paham terhadap Islam. Inilah Abu Bakar Ash-Shiddiq tentang keimanannya dan kesungguhannya.


“Dan pernah dalam hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman ‘Sekiranya keimanan Abu Bakar Ash-Shiddiq ditimbang dengan keimanan seluruh penduduk bumi, maka keimanan Abu Bakar Ash-Shiddiq akan lebih berat ketimbang dari keimanan seluruh Muslimin di muka bumi’,” tutup Hartanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *